Sekolah di Mataram Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Suherman (Suara NTB/dok), Chamim Tohari (Suara NTB/dok), Umar F (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Sejumlah sekolah di Kota Mataram mempersiapkan berbagai sarana untuk pembelajaran secara tatap muka. Dinas Pendidikan Kota Mataram berencana akan membuka pembelajaran tatap muka di sekolah pada bulan Januari 2021. Simulasi pembelajaran tatap muka akan dilakukan pertengahan bulan Desember ini.

Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman dihubungi Kamis, 3 Desember 2020 menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan pembelajaran secara tatap muka. Persiapan itu antara lain penataan kelas sesuai dengan standar pencegahan Covid-19, mulai dari pengaturan jarak, menyiapkan tempat cuci air dan cairan pembersih tangan, bahkan di masing-masing kelas sudah disediakan bak penampung air.

“Alhamdulillah masker akan kami bagikan gratis, kami dapat bantuan 750 masker untuk seluruh guru, karyawan, dan siswa. Bantuan dari BPBD Kota Mataram. Juga ada bantuan wastafel portable untuk cuci tangan,” katanya.

Menurut Suherman, secara teknis pihaknya sudah menyiapkan pengaturan siswa sesuai jadwal. Di samping itu, setiap siswa masuk akan dicek suhu tubuh dengan alat pengukur suhu tubuh.

SMPN 14 Mataram juga mempersiapkan pembelajaran secara tatap muka. Kepala SMPN 14 Mataram, Chamim Tohari berharap pembukaan pembelajaran secara tatap muka bisa terlaksana dengan lancar. Pihaknya sendiri sudah menyiapkan sarana pendukung protokol kesehatan cegah penularan Covid-19.

“Kami sudah menyiapkan masker, cairan pembersih tangan, disinfektan, sabun, alat semprot, tempat guci tangan, mengatur meja kursi berjarak,  dan menyiapkan tempat duduk di selasar,” sebut Chamim.

Begitu juga Kepala SMPN 23 Mataram, Umar F., S.Pd., menegaskan, pihaknya menyambut baik rencana membuka sekolah mulai Januari 2021. Pihaknya di sekolah terus menyiapkan mulai dari sarana dan prasarana pendukung.

Selain itu, komunikasi dengan Puskesmas Mataram juga sudah dilakukan pihaknya untuk melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Serta pemberian obat penambah darah yang sempat terhenti karena Covid-19. “Mudah-mudahan Covid-19 di bulan Januari hilang,” harapnya. (ron)