Sekolah Cegah Penularan Virus Corona

Kristyanto S. Boko-Direktur Sekolah Kristen Tunas Daud

Mataram (Suara NTB) – Sekolah mulai melakukan upaya pencegahan penularan virus Corona (Covid-19). Berbagai upaya itu mulai dari penyuluhan dan sosialisasi, sampai menetapkan prosedur operasional standar (POS) dalam menyambut dan menangani siswa di sekolah.

Salah satu sekolah yang bergerak cepat mencegah penularan virus Corona yaitu Sekolah Kristen Tunas Daud (SKTD) Mataram. Direktur SKTD Mataram, Dr. Kristyanto S. Boko, M.Pd., dihubungi Kamis, 5 Maret 2020 mengatakan, pihaknya akan  menyelenggarakan penyuluhan dan sosialisasi tentang penyebaran dan pencegahan virus Corona kepada guru, staf, siswa dan orangtua siswa pada Jumat, 6 Maret 2020. Penyuluhan itu dibagi menjadi tiga kelompok jenjang KB-TK, SMP-SMA, dan SD. “Besok di Hall Timur pukul 08.00 wita sampai dengan pukul 12.00 wita dalam tiga sesi kelompok yang berbeda,” katanya.

Iklan

Kepala SMA Kristen Tunas Daud, Fransisco, S.Psi., menambahkan SKTD masih menunggu kiriman pesanan digital infrared thermometer mengingat ketiadaan stok di kota Mataram. SKTD menetapkan prosedur operasional standar (POS) dalam menyambut dan menangani anak-anak saat datang dan selama di Sekolah, sebagai bagian pencegahan penularan virus Corona dan virus lainnya. Pihak sekolah menyebarkan teknis pelaksanaan POS melalui grup WA masing-masing kelas.

Fransisco menyebutkan semua siswa, guru dan staf saling memberi salam Shalom dan Selamat Pagi dengan menempatkan tangan kanan di atas dada sebelah kiri sambil menunduk; tanpa saling bersalaman. Salah satu guru mengukur suhu siswa, guru, dan staf yang baru datang dengan menggunakan digital infrared thermometer secara non-contact pada dahi mereka.

“Bila suhu badannya 37,6 derajat celsius atau lebih, maka kami akan meminta orangtua mengajak pulang putra/putrinya dan/atau memeriksakan ke dokter; demikian pula kepada guru dan staf. Selama alat belum datang, maka ini belum bisa dilakukan,” katanya.

Sementara itu, guru yang lain akan memberikan cairan atau gel hand sanitizer kepada setiap siswa, guru, dan staf untuk mencuci tangan mereka. Orangtua diizinkan dan diimbau untuk menyediakan hand sanitizer secara pribadi bagi putra/putri masing-masing. Frans juga menyampaikan, selama berada di sekolah siswa, guru, dan staf diimbau untuk mencuci tangan mereka masing-masing dengan air dan sabun yang tersedia di wastafel yang terdekat sebelum dan sesudah makan dan aktivitas lain, sesuai kebutuhan.

“Semua komunitas diimbau untuk tidak memegang bagian muka, makan makanan bergizi selalu menjaga kebersihan dan beristirahat dengan cukup,” katanya.

Pihak sekolah mengimbau orangtua siswa untuk tidak mengantarkan atau mengizinkan putra atau putrinya yang sakit dengan gejala demam atau influenza masuk sekolah. “Memberitahu wali kelas masing-masing atas ketidakhadiran tersebut. Siswa, guru, dan staf yang sedang menderita batuk tanpa demam tinggi diwajibkan memakai masker,” jelas Fransisco.

Terpisah, Kepala SMAN 3 Mataram, Sunoto juga melakukan upaya pencegahan di sekolah yang dipimpinnya. Sunoto mengatakan, salah satu upaya untuk pencegahan penularan virus Corona adalah cuci tangan sebelum makan, SMAN 3 Mataram telah memfasilitasi dan membudayakan kebiasan baik itu.

Sebelumnya, Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH., meminta sekolah menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dan siswa. Bagi siswa yang sakit diimbau tidak perlu bersekolah dan lebih baik istirahat di rumah. “Kalau sakit, tinggal di rumah, kita akan imbau kalau memang dia (siswa) masuk sekolah, pulangkan saja agar dia istirahat dan itu baik agar dia cepat sembuh,” ujarnya. (ron)