Sekolah Berusaha Menuntaskan Target Kurikulum

Pihak SMPN 13 Mataram tetap menerapkan protokol kesehatan selama pembelajaran tatap muka terbatas. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Pembelajaran tatap muka secara terbatas mulai dilaksanakan di jenjang pendidikan dasar di Kota Mataram mulai Senin, 24 Mei 2021. Sejumlah sekolah berupaya menuntaskan kurikulum menjelang penilaian akhir semester (PAS) genap, salah satunya yang dilakukan SMPN 13 Mataram dengan memperbanyak waktu belajar di sekolah.

Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu pada Kamis, 27 Mei 2021 mengatakan, pembelajaran di SMPN 13 Mataram masih seperti jadwal saat bulan Ramadhan lalu dengan tetap melaksanakan kegiatan sekolah mengaji pada jam pertama, yaitu dari pukul 08.00 sampai dengan 08.30 Wita. Setelah itu, masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan jadwal yang sudah dibuat.

Iklan

“Setiap hari dua mata pelajaran, dengna membagi kelas jadi dua sif, absen 1 sampai dengan 16 sif sau, dan sisanya sif dua,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dua mata pelajaran setiap hari tidak ada mata pelajaran yang dirugikan. Namun, pihaknya mengambil kebijakan pulang sekolah sedikit terlambat dibandingkan dengan sekolah ini. Dengan tujuan agar pihaknya bisa menuntaskan target kurikulum menjelang PAS.

“Kami ambil kebijakan pulangnya sedikit terlambat tidak sama dengan sekolah lain, ini tidak lain tujuannya kami coba berusaha untuk menuntaskan target kurikulum sekalipun tidak dipaksakan, mengingat pelaksanaan PAS genap tinggal menghitung hari,” jelas Saehu.

Meski demikian, Saehu menegaskan pihaknya tetap mengedepankan pentingnya menjaga kesehatan semua warga sekolah. Protokol kesehatan diterapkan dari kehadiran siswa sampai dengan kepulangan mereka. “Tentu dengan menerapkan 5 M, masker pun tetap sisiapkan mengantisipasi jika ada siswa yang lupa memakai masker,” ujarnya.

Terkait dengan kegiatan keagamaan, bagi siswa muslim yang jumlahnya cukup banyak, pihaknya membagi menjadi tiga, yaitu satu kelompok di musala, satu kelompok di aula, dan satu kelompok lagi di ruang serba guna yang sangat memadai. Sementara siswa beragama Hindu dan Kristen di ruang tersendiri. “Jadwal sudah kami atur sedemikian rupa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SMPN 6 Mataram, H. Azizudin juga menyampaikan, dengan adanya pembelajaran tatap muka, pihaknya bisa mengintensifkan proses belajar mengajar antara siswa dan guru. Sekaligus untuk persiapan penilaian akhir semester genap. “Kami akan mengintensifkan pembelajaran, fokus terhadap kompetensi yang belum dikuasai oleh siswa,” ujarnya. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional