Sekolah Batasi Pendaftaran Langsung PPDB Zonasi

Orang tua atau wali calon siswa saat menunggu proses pendaftaran PPDB jalur zonasi secara daring di SMPN 1 Mataram, Senin, 22 Juni 2020.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri jalur zonasi di Kota Mataram dimulai pada Senin, 22 Juni 2020 sampai dengan Sabtu, 27 Juni 2020. Masyarakat bisa mendaftar mandiri secara daring, atau difasilitasi untuk mendaftar di sekolah tujuan. Sejumlah SMP membatasi pendaftar secara langsung di sekolah setiap harinya untuk menghindari kerumuman orang.

Kepala SMPN 1 Mataram, Saptadi Akbar ditemui di ruang kerjanya, Senin, 22 Juni 2020 mengatakan, pihaknya membantu masyarakat yang mendaftar secara daring. Hal itu ditujukan kepada masyarakat yang tidak bisa mendaftar dari rumah. Namun, pihaknya membatasi 75 formulir pendaftaran langsung di sekolah setiap harinya. Dari pantauan Suara NTB, pendaftar di SMPN 1 Mataram tampak lengang pada Senin pagi kemarin.

Iklan

“Kami batasi 75 formulir setiap hari, karena waktu pendaftarannya panjang. Hal itu kami sesuaikan dengan kebiasaan pendaftar, ditambah juga sekarang bisa daftar daring dari rumah. Itu untuk mengurangi penumpukan pendaftar di sekolah,” katanya.

Ada empat jalur PPDB di tahun 2020 ini yaitu jalur zonasi dengan kuota paling sedikit 50 persen dari daya tampung sekolah, jalur afirmasi paling sedikit 15 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali siswa paling banyak 5 persen, dan jalur prestasi paling banyak 30 persen dari daya tampung sekolah.

Saptadi Akbar menjelaskan, operator sekolah membantu masyarakat untuk mendaftar secara langsung di sekolah. Namun, pihak SMPN 1 Mataram juga tetap menerapkan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19, seperti melarang anak datang ke sekolah, serta menerapkan penggunaan masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan lainnya.

Cara hampir sama digunakan oleh SMPN 6 Mataram. Kepala SMPN 6 Mataram, Azizudin dihubungi Senin, 22 Juni 2020 mengatakan, pendaftar secara langsung di sekolah dibatasi 100 orang per hari. “Dibatasi jumlah pendaftaran per hari target 100 orang. Secara antrean kami juga koordinasi dengan Babinsa, Pol PP, Perhubungan untuk mengatasi jumlah kerumunan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., jalur zonasi dimaksudkan mendekatkan rumah siswa dengan sekolah. “Semua sekolah prinsipnya sama, karena semua sekolah menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Disdik, baik yang bersifat sarana, intrakurikuler, dan ekstrakurikuler, serta infrastruktur lainnya,” katanya.

Di samping itu, Fatwir menjelaskan, guru-guru yang bertugas di sekolah-sekolah yang difavoritkan masyarakat akan dimutasi ke sekolah-sekolah lain. Cara itu dilakukan agar sekolah lain juga menjadi sekolah favorit masyarakat. Selain itu, tidak ada masalah jarak tempuh di Kota Mataram yang bisa menghambat mutasi guru.

Fatwir juga menyampaikan, pengajuan pendaftaran untuk calon peserta didik baru dapat dilakukan secara mandiri dalam jaringan dari rumah maupun datang langsung ke Satuan Pendidikan yang menggunakan PPDB sistem daring. “Masyarakat juga bisa mengakses wifi di kantor lurah dan kantor camat,” katanya. (ron)