Sekolah Antisipasi Kerumunan Siswa di Depan Sekolah

Siswa SMPN 5 Mataram diarahkan berbaris saat pulang sekolah seusai mengikuti simulasi pembelajaran secara tatap muka, Kamis, 14 Januari 2021.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Simulasi pembelajaran secara tatap muka jenjang SMP mulai dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021 sampai dengan Sabtu, 30 Januari 2021. Pihak sekolah berupaya menerapkan protokol kesehatan yang ketat, salah satu yang menjadi fokus perhatian sekolah agar tidak terjadi kerumunan siswa di depan sekolah saat pulang.

Kepala SMPN 5 Mataram, Muhamad Ali ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 14 Januari 2021 mengatakan, salah satu kesulitan di kerumunan siswa saat pulang sekolah. “Di titik pintu keluar sedikit ada kerumunan, namanya anak-anak, itu yang harus dikawal terus sampai pulang,” katanya.

Iklan

Simulasi di SMPN 5 Mataram menggunakan pola blok, siswa kelas IX hadir di sekolah pada hari Senin dan Selasa, kelas VIII pada hari Rabu dan Kamis, dan kelas VII pada hari Jumat dan Sabtu. Pembelajaran dimulai pada pukul 8.00 Wita sampai dengan 11.00 Wita. Pihaknya sudah menginformasikan agar siswa membawa makanan dan minuman dari rumah. Siswa dibolehkan makan dan minum hanya di dalam kelas.

“Siswa masuk dua kali dalam seminggu, empat hari mereka belajar dari rumah, baik secara daring atau luring, atau nanti menggunakan format guru kunjung,” kata Ali.

Di samping itu, diakuinya belum semua siswa hadir ke sekolah. Penerapan protokol kesehatan juga dilaksanakan dengan ketat. Saat siswa pulang, imbauan dari pengeras suara terus dilakukan. Para guru juga berbaris untuk menuntut siswa agar tidak menimbulkan kerumumnan.

Terpisah, Kepala SMPN 6 Mataram, Azizudin mengatakan, simulasi pembelajaran secara tatap muka di SMPN 6 Mataram berjalan lancar. Siswa dibagi dengan sistem blok per jenjang untuk menghindari kerumunan. “Hari pertama dimulai dengan kelas IX, Jumat untuk kelas VIII, dan Sabtu kelas VI, menggunakan sesi satu dan dua,” katanya.

Terkait dengan kerumunan siswa sepulan sekolah, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) NTB, Ermawanti menekankan, yang harus diperhatikan yaitu dukungan orang tua, agar jika waktu jam pulang segera menjemput anak-anaknya.

“Karena dikhawatirkan mereka menunggu lama di sekolah sehingga akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya jajan sembarangan, kurang istirahat. Guru juga diharapkan untuk tetap mengarahkan anak-anak sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar Ermawanti.

Sementara pantauan Suara NTB di SDN 10 Mataram, Jumat, 15 Januari 2021, murid yang masuk sekolah adalah murid Kelas IV, V dan VI dan memiliki nomor absen ganjil. Sementara yang memiliki nomor absen genap masuk sekolah, pada hari Kamis, 14 Januari 2021.

Orang tua murid yang mengantar anaknya sekolah hanya cukup sampai pintu gerbang. Di pintu gerbang sudah menunggu petugas yang memeriksa suhu tubuh anak. Jika ada anak yang memiliki suhu tubuh tinggi tidak diperbolehkan masuk sekolah. Sementara anak-anak yang memiliki suhu tubuh normal dipersilakan masuk dan disuruh mencuci tangan sebelum masuk kelas.

Begitu juga saat pulang. Anak-anak yang sedang belajar di kelas tidak diperkenankan langsung pulang oleh gurunya. Begitu waktu belajar selesai, anak-anak disuruh menunggu sampai orang tuanya datang menjemput. Saat orang tuanya datang ditanya sama petugas nama anak dan kelas. Setelah itu, melalui pengeras suara petugas memanggil anak yang bersangkutan keluar dari kelas dan langsung pulang.

Sebelumnya Kepala SDN 10 Mataram Hizbiani, SPd. Dalam pengumuman sosialisasi yang disebar pada orang tua murid, pihak sekolah sudah melakukan  pembelajaran tatap muka sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Sebagai contoh, pembelajaran yang dimulai Kamis lalu, murid yang masuk sesuai dengan nomor absensi. Absensi nomor genap dan ganjil masuk pada hari berbeda, sehingga peluang untuk murid berkerumun dalam jumlah besar bisa diminimalisir.

Selain itu, beberapa kegiatan yang dilaksanakan di sekolah, seperti upacara bendera, kegiatan ekstra kurikuler ditiadakan sementara waktu. Untuk itu, pihaknya  mengharapkan kerjasama semua pihak, baik murid, terutama orang tua mengikuti aturan yang sudah ditetapkan sekolah. Namun, yang paling penting menurutnya, orang tua harus menjemput anaknya tepat waktu. (ron/ham)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional