Sekolah akan Direlokasi, Paket Proyek Rehab RKB SDN 1 Gerung Utara Dibatalkan

Guru di SDN 1 Gerung Utara memperlihatkan kondisi ruang kelas yang tak layak. Namun rehab RKB ini terpaksa dibatalkan, karena sekolah ini akan direlokasi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Paket proyek rehabilitasi Ruang Kelas Baru (RKB) SDN 1 Gerung Utara senilai Rp 628 Juta lebih dibatalkan, karena sekolah ini akan direlokasi. Anggaran pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) itu pun dialihkan untuk pembangunan relokasi sekolah yang direncanakan oleh pemerintah daerah.

“Satu paket proyek dibatalkan. Yakni pembangunan RKB di SDN 1 Gerung Utara batal, karena sekolah itu akan direlokasi,” jelas Kabag Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP BJ) Setda Lobar, Kartono Haryoto, Jumat, 16 Juli 2021.

Iklan

Pembatalan itu diajukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke Bagian ULP BJ, sehingga pihaknya pun memprosesnya. Alasan dibatalkan karena sekolah itu akan direlokasi.

Pihaknya menyebut, anggaran pembangunan sekolah kemungkinan akan dianggarkan tahun depan, karena lokasi sekolah saat ini akan menjadi perluasan rumah sakit.

Dikatakan terdapat 55 paket DAK yang diperoleh Lobar. Dari DAK ini terdapat erdapat belasan paket batal, termasuk proyek pembangunan RKB ini. Selain itu, ada sejumlah pembangunan puskesmas pembantu (pustu) dibatalkan akibat terkena refocusing bersumber dari DBHCHT.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mengkritisi buruknya koordinasi OPD, sehingga mengakibatkan proyek dari DAK itu batal.

Yang aneh menurut dia, tahun ini di sekolah itu dialokasikan DAK senilai Rp600 juta untuk pembangunan RKB baru. Sementara dalam masterplan RSUD, sekolah itu akan dipindahkan, karena lahan itu dipakai untuk rumah sakit. Seharusnya ada koordinasi soal itu, sehingga DAK itu tidak dialokasikan di sekolah itu.

‘’Harusnya, disiapkan dulu di mana lokasi untuk relokasi sekolah itu. Sehingga begitu ada anggaran pembangunan bisa dibangun di sana.  Atau seharusnya DAK itu diberikan ke sekolah-sekolah yang lebih membutuhkan. Karena banyak sekolah rusak dampak gempa, lalu di Kediri ada tiga sekolah dengan kondisi bangunan yang sudah tua,’’ sarannya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional