Sekolah Ajarkan Sistem Demokrasi Lewat Debat Calon Ketua OSIS

Suasana debat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS SMAN 9 Mataram, pada Rabu, 19 November 2020.  (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekolah perlu mengajarkan siswa mengenai sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan melalui proses pemilihan calon ketua dan wakil ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Seperti yang dilakukan SMAN 9 Mataram dengan melaksanakan debat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS, pada Kamis, 19 November 2020 di halaman sekolah.

Wakil Kepala SMAN 9 Mataram, Bidang Humas, Munezarah, S.Kep., Ners., pada Kamis, 19 November 2020 mengatakan, melalui debat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS diharapkan para siswa dapat mempelajari alur sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia. “Mereka nantinya mampu memahami bagaimana pentingnya memberikan suara mereka untuk kemajuan sekolah,” katanya.

Debat kandidat calon ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAN 9 Mataram itu diikuti dua pasangan calon dari siswa kelas X dan XI. Dihadiri juga oleh sebagian siswa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan cegah Covid-19 yang ketat.

Munezarah menjelaskan, tujuan dari kegiatan debat kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS untuk memberikan gambaran kepada para warga sekolah tentang visi dan misi serta kemampuan calon kandidat. Terutama dalam berdiskusi cepat, cerdas, dan tangkas memandang segala persoalan menyangkut sekolah.

“Pemilihannya akan dilaksanakan seminggu lagi dan dilakukan secara daring melalui polling dan Google Form,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Peserta Didik dan Kelembagaan Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Aryanti Dwiyani, M.Pd., pada Kamis, 19 November 2020 menilai debat kandidat ketua dan wakil ketua OSIS itu sangat bagus. Dalam sesi debat itu siswa dilatih menyampaikan ide dan gagasan, serta melatih berkomunikasi.

“Karena ke depan menjadi anggota OSIS dan khususnya ketua OSIS merupakan wadah belajar menjadi pemimpin. Sesi debat itu saya kira sangat dibutuhkan, dan kami sangat mendukung proses dalam pemilihan OSIS seperti itu,” katanya.

Ia berharap, melalui debat kandidat itu, sistem demokrasi bisa diperkenalkan ke siswa sejak dini. Ketika mereka menjadi pemimpin masa depan, mereka bisa berdemokrasi dengan baik. “Tidak kaget ketika turun ke masyarakat, sekarang diberikan bekal menjadi pemimpin dan belajar demokrasi,” kata Aryanti. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here