Sekitar 5000 Penerima JPS Gemilang di Loteng Diduga Ganda

Minyak kelapa produksi lokal yang menjadi salah satu komoditas yang akan dibagikan kepada warga NTB lewat program JPS Gemilang.(Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah melakukan verifikasi dan validasi data calon penerima program Jaringan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang. Pasalnya, dari data penerima JPS Gemilang yang disampaikan oleh pemerintah provinsi, banyak yang ditemukan terindikasi ganda.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Loteng, Baiq Sri Hastuti Handayani, yang dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 18 April 2020.  Ia mengatakan, untuk program JPS Gemilang, Loteng mendapat alokasi sebanyak 11.780 Kepala Keluarga (KK).

Namun, setelah dilakukan penelusuran ditemukan ada sekitar 5.000-an KK yang masuk sebagai penerima program perlindungan sosial pemerintah pusat. Baik itu penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program bantuan sosial dari pemerintah pusat lainnya.

Padahal sesuai aturan, tidak boleh satu keluarga menerima dua program bantuan sosial sekaligus terkait penanganan dampak penyebaran virus Corona.

‘’Kita di Loteng ada sebanyak 96.437 KPM (keluarga penerima manfaat) yang terdata sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat. Dan, sekitar 5 ribu lebih diantaranya juga masuk sebagai data penerima JPS Gemilang,’’ sebutnya.

Sehingga Dinsos Loteng sudah mengeluarkan KPM bersangkutan dari penerima JPS Gemilang untuk kemudian diganti dengan KPM lainnya. Setelah data penerima JPS Gemilang beres, sisa KPM yang tidak masuk sebagai penerima bantuan sosial murni dari pemerintah pusat ataupun JPS Gemilang akan diarahkan sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BTS) tambahan dari pemerintah pusat untuk penanganan Corona serta JPS dari kabupaten.

Karena masih melakukan validasi data penerima, Dinsos Loteng sampai saat ini belum bisa mengirim data penerima JPS Gemilang ke pemerintah provinsi. ‘’Kita upayakan dalam dua tiga hari ke depan validasi data sudah bisa kita selesaikan. Untuk selanjutnya datanya kita serahkan ke pemerintah provinsi,’’ terangnya.

Ia menjelaskan, sesuai jadwal penyaluran JPS Gemilang yang disampaikan oleh pemerintah provinsi, Loteng dapat giliran pada tanggal 22-27 April mendatang. Bersamaan dengan penyaluran JPS Gemilang untuk Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Sehingga pihaknya berupaya bisa menuntaskan validasi penerima JPS Gemilang secepatnya.

Nantinya penerima JPS Gemilang akan memperoleh bantuan berupa bahan kebutuhan pokok senilai Rp 250 ribu selam tiga bulan. Seperti beras, minyak goreng, gula dan beberapa kebutuhan pokok lainnya. Hanya saja, untuk mekanisme penyaluran bantuan tersebut, pihaknya belum tahu persis.

Apakah akan menggunakan kartu seperti program pemerintah ataukah langsung dibagikan ke masyarakat penerima program.

‘’Informasinya penyedia bantuan yang akan langsung menyerahkan ke masyarakat di masing-masing desa. Tapi untuk pasti teknis penyalurannya itu pemerintah provinsi yang punya kewenangan. Kita hanya menyiapkan data penerima sesuai petunjuk yang diberikan,’’ tandasnya. (kir)