Sekda Telat Hadir, Anggota Dewan Kesal dan Tolak Rapat Paripurna

Sejumlah wakil rakyat DPRD Kabupaten Bima yang menolak lanjutkan rapat paripurna karena kesal Sekda Kabupaten Bima, Taufik HAK terlambat hadir, di ruang utama kantor DPRD setempat, Senin, 6 September 2021.(Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bima menolak untuk melanjutkan rapat paripurna di aula utama kantor DPRD setempat, Senin, 6 September 2021 karena kesal Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H. Taufik HAK, M.S.i terlambat hadir.

Sedianya rapat paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Peraturan Daerah tentang perubahan RPJMD tahun 2021-2026 itu dimulai pukul 09.00 wita. Tapi hingga pukul 11.30 wita, Sekda belum kunjung hadir.

Iklan

Setelah 30 menit kemudian, barulah Sekda tiba di ruangan. Meski paripurna kembali dibuka setelah diskorsing dua kali oleh pimpinan sidang, M. Aminurlah SE, namun sejumlah anggota dewan tetap menyatakan keberatan dan meminta agar Paripurna ditunda.

Sejumlah anggota Dewan yang menyatakan keberatan dan meminta paripurna ditunda tersebut antara lain, Saiful (FPKS), Sulaiman MT (FGerindra), Rafidin (FPAN) dan Mustakim (NasDem).

“Meski sudah memenuhi kuorum, rapat hari ini harus ditunda karena Pimpinan dan anggota dewan sudah tidak dianggap,” kata Saiful.

Selain itu, Politisi PKS ini mengaku anggota dewan sudah kehilangan rasa kepercayaan terhadap Pimpinan dewan terutama terhadap Ketua DPRD, M. Ferryandi Putera yang selama ini jarang masuk kantor.

 “Ketua DPRD tidak bisa mewakili aspirasi anggota, apalagi menjadi pintu untuk membahas urusan publik. Baiknya paripurna ditunda dan saya minta Banmus untuk menjadwalkan ulang paripurna,” katanya.

Anggota DPRD lain, Mustakim S.Sos juga menilai Paripurna dengan agenda mendengarkan pandangan umum satu persatu Fraksi itu seharusnya diutamakan oleh Pemerintah. Karena berkaitan dengan agenda pembangunan daerah lima tahun kedepan.

“Pemerintah sudah menganggap enteng paripurna saat ini. Padahal agendanya mendengarkan pandangan Fraksi mengenai arah kebijakan dan pembangunan daerah lima tahun kedepan,” katanya.

Hal sama juga disampaikan Rafidin S.Sos. Selain meminta paripurna ditunda, Anggota DPRD Komisi I ini juga mendesak pimpinan Dewan mulai dari Ketua DPRD dan Wakil Ketua mengundurkan diri jika tidak mampu menjadi pimpinan.

“Jika pimpinan tidak mampu memimpin sidang saya harap bisa mengundurkan diri, karena masih ada anggota Dewan yang berkualitas lainnya. Lembaga DPRD bukan untuk bergaya tapi untuk mengabdi,” katanya.

Meski begitu, namun ada juga sejumlah anggota Dewan yang meminta agar paripurna kembali dilanjutkan dengan berbagai pertimbangan, seperti Ramdin SH (FGolkar) dan Supardin (FGerindra).

“Tidak ada alasan bagi Pimpinan dan anggota dewan menunda paripurna hari ini. Paripurna harus tetap dilanjutkan karena agenda DPRD Bulan ini sangat banyak,” ujar Ramdin.

Menjawab masukan anggota Dewan, Pimpinan paripurna yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, M. Aminurlah SE menegaskan seharusnya anggota Dewan bisa memahami kondisi yang ada.

Pasalnya menurut Duta PAN ini, perwakilan Eksekutif telah hadir sejak pada pukul 09.00 wita. Namun peserta paripurna belum memenuhi quorum karena sebagian anggota DPRD juga telat hadir. “Harusnya kita sama-sama memahami kondisinya. Hal ini juga baru pertama kali terjadi,” katanya.

Setelah lama saling adu mulut dan berdebat, pimpinan sidang akhirnya memutuskan untuk menunda Paripurna. Rapat akan kembali digelar dalam waktu yang belum ditentukan.

Sementara Sekda Kabupaten Bima, Drs. H. Taufik HAK M.Si menanggapi santai masukan dan kritikan sejumlah anggota DPRD. Baginya hal tersebut merupakan bagian dari dinamika. “Soal tadi biasa saja terjadi. Bagian dari dinamika,” katanya.

Sekda menambahkan, dirinya sudah hadir sejak pukul 09.00 wita berdasarkan jadwal paripurna. Hanya saja saat itu tidak kuorum, karena sebagian anggota DPRD belum hadir. “Salah kalau (dikatakan) saya telat hadir. Saya hadir dari pagi sesuai dengan jam dan jadwal paripurna,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional