Sekda Segera Datangi Dua SKPD Rapor Merah

Mataram (suarantb.com) – Menanggapi data hasil monev elektronik Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (AP&LPBJP) Setda NTB yang mencatat dua SKPD di NTB masuk zona merah, Sekda NTB, H. Rosiady Sayuti menyatakan akan mendatangi dan melakukan pembinaan di tempat terhadap dua SKPD tersebut. Demikian disampaikannya saat ditemui suarantb.com, Selasa, 1 November 2016.

“Saya akan kesana, saya akan ke SKPD bersangkutan, pembinaan di tempat. Kalau tidak besok, ya lusa,” ujarnya.

Iklan

Dua SKPD yang masuk dalam zona merah tersebut yaitu Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Ampang Riwo S. Sampai 31 Oktober 2016, realisasi keuangan Distamben baru mencapai 55,51 persen dari target 85,42 persen. Sedangkan serapan fisik masuk zona kuning dengan realisasi 64,01 persen dari target 87,48 persen.

Sementara itu, Ampang Riwo S dari KPHL mengutatakan, realisasi keuangannya baru mencapai 50,2 persen dari target 76,9 persen. Sedangkan realisasi fisik baru mencapai 50,2 dari target 80 persen.

Selain mendatangi dua SKPD tersebut, Sekda juga akan mendatangi beberapa SKPD lain yang pada 2017 mendatang sudah tidak ada lagi akibat perubahan OPD. “Saya akan ke sana melalukan pembinaan, karena bagaimanapun dia tetap bertanggung jawab sampai akhir tahun,” imbuhnya.

SKPD seperti Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (Bakorluh) Provinsi NTB, Dinas Kehutanan dan BLHP sudah tidak ada lagi 2017. Namun, Rosiady menegaskan mereka tidak bisa lepas tanggung jawab sekarang.

“Mereka tetap bertanggung jawab sampai akhir 2016 dan itu menjadi penilaian kinerja mereka untuk pengisian jabatan OPD baru. Jadi tidak boleh malas-malas,” tekannya. (ros)