Sekda NTB Sebut Pemerintah Hanya Beri Harapan Palsu

Mataram (suarantb.com) – Sekda NTB, Ir. H. Rosiady Suyuti, M.Sc, Ph.D menyebut Kementerian Keuangan hanya memberi harapan palsu terkait dengan penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU). Jika kondisi keuangan negara memungkinkan maka pusat akan menyalurkan DAU yang ditunda tersebut kepada daerah.

Sekda mengaku pesimis terhadap janji ini mengingat kondisi fiskal negara yang terbatas. “Jadi ketika pemotongan ini kita kelola empat bulan terakhir, ada juga PHP (pemberi harapan palsu). Bila keuangan negara memungkinkan maka akan dibayarkan, itu PHP,” katanya saat menerima kunjungan Komisi I DPRD Bogor di kantor Gubernur, Kamis, 25 Agustus 2016.

Iklan

Rosiady pesimis dengan hal yang sudah dijanjikan, melihat keuangan Negara saat ini yang terbatas. Rosiady mengatakan pemerintah daerah akan melakukan perencanaan yang sesuai dengan realisasi anggaran akibat dari pemotongan tersebut.

“Tapi kita juga pesimis, melihat bahasa koran mengenai keuangan Negara, keberhasilan penerimaan pajak, keberhasilan tax amnesty dan sebagainya. Sehingga kita di PHP-in,”ujarnya.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK), DAU NTB yang ditunda penyalurannya untuk empat bulan kedepan sebesar Rp 161 miliar lebih. Selain Pemprov, tiga kabupaten/kota juga ditunda penyalurannya. Yakni Kabupaten Sumbawa, Kota Mataram dan Lombok Utara.

Sekda menambahkan, Pemprov akan melakukan rasionalisasi dalam APBD Perubahan terkait penundaan DAU tersebut. ”Bagaimana kita merasionalisasi APBD kita supaya lebih sehat, match antara perencanaan dan realisasinya,” tutupnya. (ism)

  Pemerintah Transfer 35 Persen DAU KSB, Anggaran Covid-19 Terpenuhi