Sekda Minta Semua Pihak Serius Berantas Pembalakan Liar di NTB

Mataram (suarantb.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M.Sc., Ph.D meminta kepada semua pihak yang berkepentingan mulai Dinas Kehutanan (Dishut) sampai aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku illegal logging yang saat ini marak di NTB.

Ia berharap agar dilakukan upaya terukur dan massif untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, lima program yang menjadi sasaran capaian Dishut yang ada saat ini harus menyasar langsung ke pokok persoalan bagaimana menghentikan pembalakan liar.

Iklan

Sekda juga sangat menyayangkan adanya kendala yang membuat sampai saat ini belum ada yang mampu menangkap pelaku kunci di balik rusaknya hutan di NTB. Padahal dari data yang ada, oknum-oknum tersebut telah diketahui. Ia lantas heran, apa yang menyebabkan pemerintah dan aparat belum berani mengambil tindakan tegas terkait persoalan itu.

Hal itu disampaikan Rosiady pada diskusi terbatas Suara NTB dengan tema “Pembalakan Liar dan Penanganan Kekeringan di NTB” bersama beberapa perwakilan lembaga yang memiliki kepentingan terhadap hutan yang ada di Provinsi NTB, Sabtu, 8 Oktober 2016.

“Pelaku-pelaku ini kan orang lama, apa yang menjadi alasan sehingga belum bisa ditangkap?,” ujarnya heran.

Selain menyerukan Dishut beserta aparat terkait untuk lebih bernyali menangkap para pelaku pembalakan liar tersebut, ia juga menyerukan beberapa lembaga terkait untuk lebih detail lagi memperhatikan aspek-aspek sinergitas kelembagaan. Sehingga ketakutan untuk menindak tegas para pelaku kejahatan hutan tersebut tidak terjadi lagi. Hal itu penting dilakukan mengingat segelintir orang yang melakukan perusakan hutan itu telah menyebabkan semua masyarakat NTB merasakan dampaknya.

“Tangkap saja kalau sudah ketahuan. Sehingga ada pembatas, dan Dinas Kehutanan harus punya nyali,” tegasnya.

Menurut Rosiadi, hal ini penting dilakukan mengingat selama ini, pemerintah dan aparat terkait seperti tidak memiliki kekuatan untuk mengadili beberapa orang tersebut. (ast)