Sekda Marah Pimpinan OPD Keluhkan Anggaran

H. Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito menunjukan ekspresi marah terhadap pimpinan organisasi perangkat daerah yang mengeluhkan anggaran. Di tengah kondisi pandemi coronavirus disease atau Covid-19 dibutuhkan kreativitas OPD untuk meningkatkan pendapatan asli daerah, sehingga tidak hanya mengandalkan anggaran semata.

“Kalau hanya mengandalkan anggaran saja tanpa inovasi, anak SD saja bisa jadi kepala dinas,” tegas Sekda dikonfirmasi usai menghadiri pelantikan jabatan eselon II, III dan IV di Aula Pendopo Walikota Mataram, Kamis, 7 Oktober 2021. Disampaikan, pandemi yang dihadapi berimplikasi terhadap beberapa program harus direfocusing. Semestinya, keterbatasan ketersediaan anggaran pendapatan dan belanja yang dimiliki Pemkot Mataram harus dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Iklan

Misalnya, melakukan terobosan – terobosan yang berpotensi meningkatan pendapatan baik dari sisi retribusi maupun pajak. “Mereka tahu tidak kondisi kita sulit seperti ini. Seharusnya mereka bantu kita mengatasi persoalan itu. Ini kok malah mengeluh,” ungkapnya. Pimpinan OPD seperti itu perlu dievaluasi. Hal ini dikhawatirkan mempengaruhi kinerja birokrasi.

Kendati demikian, Sekda yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah sudah memanggil pimpinan OPD penghasil PAD di Kota Mataram. Pihaknya meminta agar memproyeksikan atau menghitung potensi pendapatan di tahun 2022 mendatang. Proyeksi dari masing – masing OPD bisa menjadi acuan untuk menetapkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2022 mendatang.

“Sudah saya panggil dan minta mereka menghitung berapa potensi PAD yang mereka bisa peroleh,” ujarnya. Oleh karena itu, demikian kata Sekda, di tengah kondisi pandemi Covid-19 belum berakhir dibutuhkan kreativitas serta inovasi pimpinan OPD. Artinya, tidak hanya mengandalkan anggaran kemudian mengeksekusi program di dinas, melainkan mencari cara untuk menarik pendapatan berupa pajak dan retribusi daerah. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional