Sekda Ingin SKPD Satukan Persepsi Terkait Perizinan

Mataram (suarantb.com) – Sekda Kota Mataram, Ir. H. Effendi Eko Saswito mengumpulkan semua SKPD yang berkaitan dengan perizinan pada Kamis, 22 September 2016. Rapat koordinasi bersama SKPD ini dilakukan dalam rangka ingin menyatukan persepsi antar SKPD terkait berbagai perizinan di Kota Mataram.

“Kita ingin membedah sekaligus menyamakan persepsi tentang Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perizinan. Ini baru tahap pertama pertemuan ini dan ada beberapa hal yang masih perlu penyamaan persepsi,” jelasnya ditemui usai rapat yang diadakan di ruang rapat BPMP2T (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu) Kota Mataram.

Iklan

Eko menyampaikan pembahasan dalam rapat tersebut belum final. Ia akan kembali menjadwalkan pertemuan kedua pada pekan depan khusus untuk membedah Perda tersebut. “Sehingga gerak langkah kita khususnya SKPD terkait dengan perizinan ini supaya sama. Tidak tumpang tindih di dalam penanganannya dan juga jelas pengawasannya,” terangnya.

Perizinan yang dibahas pihaknya tidak hanya satu jenis, tapi semua jenis perizinan di Kota Mataram. Karena waktu yang terbatas, pihaknya tidak dapat membahas semua dalam satu kali pertemuan. Untuk itulah dijadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas jenis perizinan secara khusus. “Waktu kita sangat terbatas dan pertemuan sekarang ini bersifat awal,” ujarnya.

Beberapa persoalan yang muncul di lapangan terkait perizinan ini membuat pihaknya juga ingin membenahi pengelolaan produk perizinan di Kota Mataram. Ia mengatakan masih ada perbedaan pandangan antar SKPD terkait beberapa hal sehingga persepsi harus disamakan.

“Kita akan bedah lebih lanjut karena masih ada perbedaan-perbedaan pandangan terkait itu. Secara utuh kita akan bedah,” jelasnya. Ia juga meminta kepada Bagian Hukum Setda Kota Mataram untuk membuat petunjuk-petunjuk khusus untuk setiap SKPD teknis sehingga tidak ada tumpang tindih kewenangan.

Melalui upaya ini, pengelolaan berbagai produk perizinan di Kota Mataram dapat dibenahi. “Makanya sekarang kita mulai melakukan pembenahan. Kita ingin ke depan ini akan lebih baik,” demikian Effendi Eko Saswito. (ynt/rdi)