Sejuta Khasiat Tanaman Kelor

Mataram (suarantb.com) – Don’t judge book by its cover (jangan menilai buku dari sampulnya). Ungkapan ini tepat kiranya diberikan pada tanaman Moringa Oleifera alias kelor. Tanaman berdaun hijau dengan bentuk daun bulat kecil ini bukan tanaman asing bagi masyarakat Lombok. Kelor biasa dikonsumsi warga dalam bentuk sayur yang disebut kandoq kelaq kelor atau sayur masak kelor. Sayur kelor ialah sayur bening dari olahan daun kelor yang hanya dibumbui garam. Tapi rasanya sungguh nikmat.

Untuk anda pecinta kelor, patutlah berbangga diri. Karena tanaman satu ini ternyata mengandung khasiat luar biasa sehingga mendapat sebutan ‘tree of life’ atau pohon kehidupan. Mengagetkan memang, karena tanaman kelor selama ini terkesan diabaikan. Padahal, di Amerika sana sebuah situs www.moringasource.com laris menjual produk olahan kelor dalam bentuk bubuk dan teh berbahan dasar daun kelor.

Iklan

Masih belum percaya akan kehebatan kelor si tanaman ajaib? Dilansir dari situs www.draxe.com milik Dr. Josh Axe, ahli gizi asal Amerika, kelor memiliki kandungan, yaitu: protein dua kali lebih banyak dari yogurt, vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel, potasium tiga kali lebih banyak dari pisang, kalsium empat kali lebih banyak dari susu sapi, dan vitamin C lebih banyak dari jeruk.

Dari kandungan yang disebutkan di atas,  sulit rasanya mengabaikan khasiat kelor. Maka dari itu, Dr. Josh Axe menyertakan enam khasiat kelor yang teruji dalam bidang kesehatan:

  1. Mengandung antioksidan dan senyawa anti-inflamasi.

Menurut tulisan yang diterbitkan Asian Pasific Journal of Cancer Prevention, kelor mengandung campuran asam amino esential, karoten, antioksidan seperti quercetin dan antibakterial alami yang berfungsi sama seperti obat anti-inflamasi.

Daun kelor memiliki kandungan tinggi akan senyawa anti penuaan, yang didalamnya terdapat polifenol, vitamin C, beta-karoten, quercetin dan asam klorogenik, yang bisa meringankan bahaya dari penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan penyakit mata yang diderita manula.

  TGB Serukan Kader NW Tetap Kompak, Utuh dan Bersatu

  1. Menstabilkan hormon dan memperlambat efek penuaan.

Studi yang diterbitkan di Journal of Food Science and Technology tahun 2014 menunjukkan hasil bahwa kelor dapat memperlambat efek penuaan. Dengan menggunakan antioksidan herbal yang menstabilkan hormon secara alami. Sekaligus secara signifikan mengurangi tanda-tanda stres oksidatif yang banyak memicu kanker.

Beberapa penelitian juga menyebutkan konsumsi daun kelor saat masa kehamilan meningkatkan sistem imunitas dan meningkatkan produksi ASI.

  1. Membantu meningkatkan kesehatan pencernaan

Konsumsi sari kelor membantu meningkatkan fungsi hati dan detoksifikasi tubuh dari subtansi berbahaya. Dibandingkan dengan teh hijau yang sangat terkenal khasiatnya, justru kandungan kelor lebih bagus untuk tubuh daripada teh hijau. Kelor memiliki kandungan protein, serat, kalsium, sodium, vitamin C dan vitamin A lebih banyak dari teh hijau. Kelor juga memiliki kandungan protein, sedangkan teh hijau tidak.

  1. Membantu melawan diabetes.

Kelor mengandung asam klorogenik yang berguna mengontrol gula darah dan memudahkan sel untuk mengeluarkan glukosa sesuai kebutuhan. Ini membuat kelor menjadi anti diabetes alami dan penstabil hormon. Selain asam klorogenik, senyawa yang disebut isotiosianat yang terkandung dalam kelor disebut sebagai pelindung alami melawan diabetes.

  1. Melindungi dan menutrisi kulit.

Kelor mengandung senyawa antibakterial, antijamur dan antivirus yang melindungi kulit dari berbagai infeksi. Umumnya ekstrak kelor dimanfaatkan untuk menyembuhkan kutu air, menghilangkan bau, mengurangi efek jerawat, mengatasi ketombe, menyembuhkan luka gigitan, luka bakar, dan lain sebagainya.

Ekstrak kelor juga digunakan sebagai penyegar untuk membunuh bakteri pada wajah, yang sekaligus menghidrasi kulit dan berperan sebagai pelembab. Karena manfaat tersebut, banyak produk kecantikan yang memanfaatkan ekstrak kelor.

  1. Membantu stabilkan suasana hati dan menjaga kesehatan otak.

Dengan kandungan protein tinggi dan kandungan asam amino yang disebut triptofan, kelor membantu fungsi neurotransmitter yang menghasilkan hormon serotonin, yang menimbulkan rasa bahagia.

  Syahra, Bocah yang Lahir Tanpa Lubang Anus

Kelor juga kaya akan antioksidan dan senyawa yang meningkatkan kesehatan kelenjar tiroid yang bermanfaat dalam menjaga kestabilan energi dalam tubuh dan melawan kelelahan, depresi, libido rendah, suasana hati tak stabil dan insomnia.

Dari setumpuk khasiat yang disebutkan di atas, jika anda masih belum tertarik untuk mengonsumsi kelor, maka Anda telah menyia-nyiakan manfaat yang ditawarkan kelor. Tidak perlu bayar mahal untuk bisa membeli daun kelor. Kelor banyak tumbuh tak terurus. Jika penduduk Amerika harus membayar mahal untuk bisa mencicipi olahan kelor karena menunggu pasokan dari Asia dan Afrika, mengapa kita yang dikaruniai anugerah tanaman Kelor melimpah justru menyia-nyiakannya? (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here