Sejumlah Ruas Jalan Provinsi dan Nasional Rusak Parah di Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sejumlah ruas jalan provinsi dan nasional yang ada di wilayah Kabupaten Sumbawa kondisinya cukup parah. Seperti ruas jalan provinsi dari Pal IV-Lenangguar-Lunyuk. Kemudian ruas jalan nasional yang ada di kecamatan Langam, yang sebelumnya bahkan telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa.

Kepala Balai Jalan Provinsi di Pulau Sumbawa, Jamaluddin Maladi, M.T, yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 11 April 2018, mengakui kondisi kerusakan ruas jalan Provinsi dari Simpang Boak-Lenagguar-Lunyuk.
Untuk ruas jalan Lenangguar-lunyuk penanganannya dilakukan seccara multiyears APBD 2017 hingga APBD 2018. Penanganan ruas jalan sepanjang 10 kilometer dimaksud akan dilakukan secara sporadik pada titik titik yang dianggap parah tingkat kerusakannya. Pengerjaannya baru akan berakhir pda Juni 2018 mendatang.

Iklan

“Kemarin sempat turun TP4D dari Provinsi melihat kondisi jalan yang multiyears tersebut. Dari hasil pengamatannya, ada yang sudah dihotmix ada yang belum. Karena memang kontraknya berakhir pada akhir Juni 2018,” jelasnya.

Sementara, ruas jalan dari Simpang Boak-Lenangguar sepanjang sekitar 47 kilometer tahun ini tidak ada penanganan melalui APBD Murni. Tetapi akan diupayakan melalui APBD Perubahan 2018. “Insya Allah, karena kita sudah melakukan survey untuk menyiapkan program APBD P 2018. Apalagi ada rencana Presiden RI akan berkunjung ke Pesantren Dea Malela di Lenagguar yang akan melalui jalan tersebut. Nah itu kemarin sudah ada informasi dari Dinas untuk melakukan survey dari Simpang Boak sampai Lenangguar,” terang Jamal.

Untuk jalan provinsi lain, lanjut Jamal, yang terlihat rusak saat ini,  yakni ruas jalan Semongkat-Batudulang kecamatan Batulante. Namun kerusakannya tidak separah ruas jalan di Lenangguar. Tinggal pemeliharaan rutin saja seperti pembersihan rumput liar dan pemeliharaan lainnya.

Kondisi Ruas Jalan Sumbawa Lunyuk Pal 4 Km 28 sampai Km 50 dari tanjakan Semamung Kecamatan Moyo Hulu hingga Lamurung Kecamatan Lenangguar sebelumnya juga sempat diktritisi Sekcam Lenangguar, Syahruddin S.Sos.  Seperti pernah diberitakan Suara NTB, Kondisi jalan berlubang, dan tidak sesuai dengan yang diharapkan masyarakat setempat. Kondisi jalan rusak di wilayah setempat diakui Sekcam sudah berlangsung hampir setahun. Parahnya, karena kondisi jalan sudah beberapa kali terjadinya kecelakaan. Belum lama ini dua kali truk terbalik di lokasi Ledang. Makanya pihaknya sangat berharap  kepada pemerintah provinsi melalui Balai Jalan segera memperbaiki jalan tersebut.

“Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Kami sangat berharap penjelasan dari Balai Jalan yang mewakili pemprov kapan akan diperbaiki. Harapan kami jalan tersebut dapat dipegang untuk tahun ini,” harapnya.

Sementara ruas jalan nasional yang kerusakannya kini menjadi sorotan publik yakni ruas jalan di kecamatan Langam yang masuk ke Satken PJN 2. Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula melaporkan Satker PJN ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa, Februari lalu. Laporannya terkait dugaan penyimpangan pemeliharaan jalan negara di ruas jalan Sumbawa-Bima Kilometer 25-26 tepatnya di Desa Langam, Kecamatan Lopok. Pasalnya baru beberapa bulan dikerjakan, jalan setempat sudah rusak, sehingga mengakibatkan beberapa kali terjadi kecelakaan.

Jalo, sapaan akrabnya menuding pada ruas jalan setempat sudah lima kali terjadi kecelakaan. Dua kejadian terakhir terjadi beberapa hari yang lalu, dan kondisi korban cukup parah.Terjadinya kecelakaan ini karena kondisi jalan yang rusak. Dimana jalan tersebut diperbaiki sejak Desember 2017 lalu. Namun sekarang sudah rusak dan lebih parah dari kondisi sebelumnya. Pihaknya pun menduga adanya korupsi dalam pemeliharaan jalan tersebut.

“Saya belum pernah berkoordinasi dengan Satker, karena itu bukan tugas saya. Makanya saya laporkan ke Kejaksaan agar mengusut tuntas kaitan pemeliharaan ruas jalan tersebut. Laporannya dugaan korupsi lah. Kalau nda korupsi masa pengerjaannya seperti itu. Baru dua bulan sudah rusak lagi,” ujarnya waktu itu.

Pihaknya berharap pihak kejaksaan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam proyek pemeliharaan jalan di wilayah tersebut. Selain itu, semua jalan yang memiliki biaya pemeliharaan juga harus diusut tuntas. “Harapan saya agar kasus ini tidak putus di tengah jalan. Ini akan menjadi pelajaran buat Balai Satker pemeliharaan jalan negara agar bekerja lebih baik. Jangan hanya duduk saja, tidak pernah turun ke lapangan  untuk melihat kondisi jalannya. Padahal tugasnya mereka itu,” terangnya. (arn/ind)