Sejumlah Ponpes Ditutup Sementara

H. Ahmad Taufik Fathoni (Suara NTB/dok)

Sejumlah pondok pesantren (ponpes) di Lombok Barat (Lobar) tutup sementara, menyusul ditemukannya klaster baru akibat puluhan santri dan santriwati terkonfirmasi positif Covid-19. Beberapa bagian (blok) ponpes yang ditutup, terutama blok pondok santri dan santriwati yang ditemukan kasus positif covid-19. Selain ponpes ditutup, pihak Dinas Kesehatan juga sudah turun melakukan tracing contact. Terdapat sekitar 400 orang sudah diperiksa kesehatannya untuk melokalisir penyebaran virus di ponpes tersebut.

Kepala Bidang Pengamatan, Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dinas kesehatan Lobar, dr. H. Ahmad Taufik Fathoni mengatakan sejak awal pihak Dikes berupaya untuk melokalisir penyebaran virus Corona di klaster ponpes. “Dari kasus positif covid-19 pertama sudah kami lokalisir, terus kedua kami lakukan tracing di dalam ponpes,” terangnya, Selasa, 20 Oktober 2020.

Iklan

Tracing dilakukan di dalam ponpes di masing-masing blok, karena ponpes di Lobar ini kondisinya per blok, tidak satu pondok. Misalnya ada santri 1.000 orang tidak di satu pondok, akan tetapi per blok khusus putra dengan beberapa kelas, blok putra dan blok khusus. Hal ini, memudahkan dalam melakukan tracing, sehingga santri santriwati yang berada di blok ditemukan ada kasus terkonfirmasi positif ditutup, tidak ada yang boleh keluar masuk termasuk para pengurus ponpes dan pengajar.

Untuk ponpes yang masih bisa dilakukan isolasi, pihaknya mengisolasi di pondok tersebut. Akan tetapi kalau pondok tidak memungkinkan dilakukan isolasi, maka pihaknya bekerjasama dengan provinsi untuk dibawa ke Rumah Sakit Darurat agar penanganan maskimal.

 Langkah pencegahan lain yang dilakukan, tidak membolehkan orang tua menjenguk selama masih terjadi kasus ini. Santri dan santriwati tidak boleh keluar dan pulang dulu. Mereka dibiarkan dulu di pondok sampai semester selesai. Barulah dlakukan dievaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Sejauh ini dari 62 Santri santriwati kasus positif covid-19 sudah sebagian sembuh. Tinggal santri yang menjalani penanganan sepekan ke depan. Ia menambahkan, terkait kondisi kasus Covid-19 di Lobar melandai, karena di NTB juga melandai. (her)