Sejumlah Pasien Sembuh di NTB Kembali Tertular Covid-19

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) NTB menemukan sebanyak enam pasien Covid-19 yang sudah sembuh, kembali tertular virus asal China tersebut. Untuk itu, Dikes yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB ini meminta masyarakat meningkatkan keamanan dengan patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.

‘’Sudah kita temukan ada enam pasien yang pernah sembuh tertular kembali penyakit Covid-19. Tingkatkan keamanan dengan patuh kepada protokol kesehatan,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A di Mataram, Sabtu, 21 November 2020.

Eka mengingatkan, masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Dengan patuh terhadap protokol kesehatan, yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun di air mengalir selama 20 detik atau menggunakan hand sanitizer. Serta menjaga jarak minimal 1 – 2 meter, akan mampu melindungi masyarakat dari paparan Covid-19.

Selain itu, masyarakat diminya menjauhi kerumunan dan keramaian. ‘’Serta meningkatkan imunitas dengan makanan bergizi, gizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga dan kelola stres,’’ imbuhnya.

Data Gugus Tugas NTB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sudah mencapai 4.594 orang. Dengan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB sebesar 82,17 persen atau 3.775 orang. Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB jauh di atas rata-rata dunia yang saat ini mencapai 69,2 persen. Namun masih di bawah rata-rata nasional yang sudah mencapai 84,03 persen.

Dari 3.775 orang pasien yang sembuh, paling banyak di Kota Mataram 1.163 orang. Kemudian Lombok Barat 666 orang, Lombok Timur 531 orang. Selanjutnya, Dompu 275 orang, Sumbawa 271 orang, Lombok Tengah 245 orang, Kota Bima 194 orang, Bima 134 orang, Lombok Utara 124 orang, dan Sumbawa Barat 87 orang. Sedangkan WNA 4 orang dan warga luar NTB 81 orang.

Sedangkan kasus aktif atau pasien yang masih dirawat atau isolasi sebanyak 574 orang. Paling banyak di Kota Bima 181 orang, Bima 156 orang, Sumbawa 91 orang, Kota Mataram 47 orang, Lombok Timur 19 orang, Lombok Barat 15 orang, Dompu 12 orang, Lombok Tengah 9 orang, dan Lombok Utara satu orang. Sedangkan WNA sebanyak satu orang dan warga luar NTB sebanyak 81 orang. (nas)