Sejumlah Aset Lobar di Desa Perampuan Ditelantarkan

Kades Perampuan menunjukkan aset daerah eks Puskesmas yang dibiarkan terbengkalai oleh pemkab Lobar, Selasa, 5 Oktober 2021.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah aset milik Pemkab Lombok Barat (Lobar) berupa bangunan dengan nilai miliaran rupiah di Desa Perampuan Kecamatan Labuapi ditelantarkan dan dibiarkan terbangkalai. Di antaranya, gedung eks Puskesmas yang berdiri di belakang Kantor Desa Perampuan dengan luas area sekitar 50 are. Terdapat sekitar lima unit bangunan kondisinya rusak karena diduga dicuri.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Perampuan, H. M. Zubaidi, S.Ag., M.Pd.I., kepada media saat turun mengecek kondisi bangunan eks Puskesmas tersebut, Selasa, 5 Oktober 2021. Dikatakan, tugas dan fungsi Pemdes adalah untuk memajukan desa. Salah satunya dengan menjaga dan mengawasi aset pemerintah daerah yang berada di wilayah pedesaan. “Seperti ini bangunan eks Puskesdes yang bangunannya masih lumayan bagus, tapi sayang ditelantarkan. Sungguh sangat disayangkan bangunan dengan nilai pembiayaan belasan miliar ini dijadikan sebagai sarang memakai narkoba,” ujarnya prihatin.

Iklan

Ia pun sangat berharap agar aset itu diserahkan oleh Pemkab kepada Pemdes untuk dapat dikelola menjadi lebih produktif. Ia berencana aset itu bisa dijadikan pasar rakyat desa Perampuan yang kebetulan belum ada pasarnya. Ini adalah salah satu program alternatif untuk mendongkrak ekonomi masyarakat di tengah pandemi dengan pemberlakuan PPKM.

Bangunan eks Puskesdes ini sebelumnya atas nama Desa Perampuan namun sejak pemekaran 2 tahun lalu dialihkan menjadi Puskesdes Karang Bongkot. Alhasil gedung tersebut ditanggalkan dan dibiarkan terbengkalai.

Selain bangunan eks Puskesmas itu, ada lagi sejumlah aset yang kondisinya tak diurus Pemkab. Seperti bangunan eks PDAM dan eks Pustu di desa Perampuan. “Sudah berkali kali saya coba komunikasikan dengan pihak badan pengelolaan keuangan dan Aset (BPKAD) Lobar, namun selalu diulur- ulur dengan alasan menunggu anggaran,” tegasnya.

Selain ingin memanfaatkan aset itu, ia juga tak ingin tempat itu disalahgunakan oleh oknum. Karena pihaknya pernah melakukan penggerebekan di lokasi. Dan ia berhasil menangkap basah dua oknum pelaku yang dicurigai berbuat macam-macam, yang ternyata warga luar desa.

“Saya merasa ini sudah sangat mendesak untuk melakukan tindakan penyelamatan dan pengaman aset daerah ini,”ungkapnya. “Saya sebagai Kepala Desa Perampuan yang baru berharap kepada Pemkab Lombok Barat maupun Provinsi NTB mari turun, tinjau apa yang sudah terjadi terhadap aset aset daerah ini.

Dia berharap untuk mengelolanya sebagai sumberdaya ekonomi pedesaan Desa Perampuan dan penyerapan tenaga kerja yang ada di desa. Pihaknya akan segera bersurat kepada BPKAD ditembuskan ke Bupati, DPRD. “Kami juga perlu tahu jumlah aset Pemkab Lobar yang sebenarnya berada di wilayah Desa Perampuan ini,” pungkasnya

Kedepan ia berencana membangun pasar rakyat karena desa Perampuan tidak memiliki pasar termasuk fasilitas sarana kesehatan pedesaan seperti Puskesdes maupun Pustu. Pasar rakyat desa perampuan rencanyan akan dikerjasamakan dalam program Maha Desa yang sedang dicanangkan pemerintah.

Sementara itu, Kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Husniadi mengatakan terkait pengamanan aset ini masih kewenangan di OPD pengguna sesuai Permendagri. “Karena itu masih tercatat di Dikes, sehingga pengamanan dan pemanfaatan di OPD terkait. Kecuali diserahkan ke kami barulah kami lihat usulan desa itu,” imbuhnya. Soal harapan desa supaya diserahkan ke pemdes, pihaknya mengarahkan agar bersurat ke OPD terkait. Kalau pihaknya tidak persoalan kalau itu dikelola oleh desa. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional