Sejarah di Era Zul-Rohmi, Perpustakaan Nasional MoU dengan Perpustakaan 18 Kampus di NTB

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Drs. Nurcahyono, SS, M.Si, Julmansyah, M.Ap

Mataram (Suara NTB) – Sejarah baru bagi dunia literasi NTB pada masa kepemimpinan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Pasalnya, perpustakaan nasional meneken kerjasama dengan 18 Perguruan Tinggi NTB difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB.

Memorandum of Understanding (MoU) secara bertahap antara Perpustakaan RI dengan 8 perpustakaan kampus di Pulau Lombok Agustus lalu. Kemudian berlanjut di Pulau Sumbawa kerjasama dengan 10 perpustakaan kampus, pada Rabu, 6 Oktober 2021.

Iklan

Kepala DPK Provinsi NTB, Julmansyah, M.Ap menjelaskan, kesepakatan itu ditanda tangani antara kepala Perpustakaan Nasional RIdengan masing masing rektor. “Ini sejarah bagi kita, di era Zul-Rohmi, kami memfasilitasi MoU antara 18 kampus dengan Perpustakaan Nasional RI,” kata Julmansyah.

Setelah kerjasama itu diteken, selanjutnya perpustakaan nasional akan memberikan fasilitas tambahan dan berkaitan dengan katalog perpustakaan kampus.

Ini akan jadi manfaat begitu besar dirasakan masing masing kampus. Sementara pihaknya menindaklanjuti dengan pembinaan pembinaan. “Sehingga perpustakaan perguruan tinggi betul betul jadi ruang di mana perpustakaan mampu melayani pemustaka dengan baik,” kata Julmansyah.

Tujuan lainnya adalah menjadikan perpustakaan kampus berstandar nasional dan lebih baik dalam memberikan pelayanan bagi pengunjung.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menegaskan, untuk meningkatkan literasi, diperlukan kerja sama dengan komponen bangsa untuk mencerdaskan anak bangsa. “Sinergi ini dapat mempercepat peningkatan literasi dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),” ujarnya.

Sebagaimana penjabaran visi Presiden Joko Widodo tentang kualitas SDM, lanjut Syarif, disebutkan manusia unggul adalah manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, mampu menciptakan lapangan kerja dan mampu meningkatkan pendapatan per kapita.

Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah berharap kerja sama ini bisa mendorong peningkatan indeks literasi masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Karena saat ini indeks literasi di Sumbawa berada di angka 5,177 dan masuk dalam kategori rendah.

“Ini menjadi tantangan kita ke depan bagaimana indeks literasi ini bisa ditingkatkan,” ujar Mahmud.

Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa 2021-2024.

Dalam kesempatan itu diserahkan secara simbolis bantuan Pojok Baca Digital (POCADI) untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat. (tim)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional