Sejak 1 Mei, Subsidi Listrik Pelanggan Mampu 900VA Dicabut

Mataram (suarantb.com) – Mulai 1 Mei 2017, tarif listrik untuk pelanggan dengan golongan Rumah Tangga Mampu (RTM) 900 VA dicabut. Kenaikan ini sejalan dengan adanya penerapan subsidi tepat sasaran, yakni dengan mencabut subsidi listrik dari pelanggan dari golongan mampu secara bertahap.

“Subsidi tepat sasaran per 1 Mei 2017, memasuki tahap ke-3 atau terakhir,” kata Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Wilayah NTB, M. Andi Adchaminoerdin saat dikonfirmasi suarantb.com, Selasa, 2 Mei 2017.

Iklan

Dengan pencabutan subsidi tahap ketiga tersebut, maka pelanggan listrik 900 VA yang tidak terdaftar dalam data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sebagai masyarakat miskin dan tidak mampu, akan dikenakan tarif penyesuaian.
“Jadi pelanggan rumah tangga tarif R1 daya 900 VA yang tidak masuk dalam data TNP2K sudah 100 persen  dilepas subsidinya per 1 Mei 2017 ini. Harga masuk dalam kategori tarif adjustment,” terang Andi.

Pencabutan subdisi ini sendiri mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 (Permen ESDM/28/2016). Menggantikan Permen ESDM No. 31 tahun 2014 yang ada sebelumnya.

Dengan Permen tersebut, pencabutan subdisi dilakukan bertahap mulai 1 Januari-28 Februari dari tarif Rp 605/kWh menjadi  Rp 791/kWh. Mulai 1 Maret-30 April tarifnya kembali dinaikkan menjadi Rp 1.034/kWh. Dan tahap terahir mulai 1 Mei -31 Juni tarif tersebut berubah menjadi Rp. 1352/kWh.

“Sehingga nanti mulai per 1 Juli 2017, harga akan mengikuti tarif non subsidi (adjustment) yang berlaku,” terangnya.
Andi menejelaskan sejak adanya pemisahan pelanggan 900 VA subsidi dan non subsidi (RTM) per 31 Desember 2016 lalu, data per 31 Maret 2017 menunjukkan terdapat 375.789 pelanggan yang tidak lagi di subsidi.

Sedangkan pelanggan 900 VA yang masih disubsidi sebanyak  136.556 pelanggan. Pelanggan yang masih disubsidi tersebut artinya masuk dalam kategori miskin dan tidak mampu berdasarkan data dari TNP2K. “Sehingga total pelanggan 900 VA secara keselurahan mencapai 512.345 pelanggan,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, General Manager PT PLN Wilayah NTB,  Ir. Mukhtar menjelaskan  pencabutan subsidi listrik dilakukan agar pendistribusian menjadi tepat sasaran.“Pencabutan ini untuk masyarakat dengan daya 900 VA dan tidak termasuk kategori masyarakat miskin,” kata Mukhtar.  Subsidi bagi pelanggan 900 VA akan tetap diberikan, asalkan tercatat dalam TNP2K sebagai masyarakat miskin dan kurang mampu. (hvy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here