Sehari, Lima Warga Meninggal karena Covid-19

Suasana depan IGD RSUD Dompu, Selasa, 13 Juli 2021. Tingginya kasus kematian, disertai banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) yang positif Covid-19 memaksa RSUD Dompu menutup layanannya dan hanya melanjutkan perawatan pasien yang ada.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kasus kematian pasien positif Covid-19 warga Dompu tercatat sebanyak 5 orang dalam sehari dan 4 diantaranya meninggal di RSUD Dompu. Tidak hanya angka kematian yang tinggi, tenaga kesehatan (Nakes) juga sudah banyak positif dan bergejala. RSUD Dompu bahkan layanannya ditutup akibat naskesnya banyak yang positif dan hanya melanjutkan perawatan terhadap pasien yang ada.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB, Selasa, 13 Juli 2021 mengaku cukup prihatin atas perkembangan kasus positif Covid-19 di Dompu yang terus bertambah. Penambahan kasus positif tidak sedikit, bahkan sampai puluhan orang. “Kasus kematian pasien positif Covid-19 hasil rapid test antigen maupun swab PCR (Senin, 12 Juli 2021) sampai tadi malam ada lima orang. Empat orang di rumah sakit (RSUD Dompu) dan satu orang (meninggal) di Mataram,” kata Maman.

Iklan

Maman juga mengaku, pihaknya tengah menyiapkan langkah untuk mengoptimalkan RS Pratama Manggelewa pasca banyaknya nakes RSUD Dompu yang positif Covid-19. Pasien positif Covid-19 yang selama ini dirawat di ruang isolasi, tapi bergejala ringan akan dirawat di RS Pratama. Sehingga pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Dompu hanya mereka yang bergejala sedang dan berat. “Sekarang kita sedang membahas untuk pemindahan pasien Covid-19 ke RS Pratama,” terangnya.

Ida Fitriani, S.Keb.Bd., Humas RSUD Dompu yang dihubungi terpisah, Selasa sore mengatakan, untuk sementara layanan IGD RSUD Dompu ditutup sementara setelah nakesnya banyak yang positif Covid-19. Di IGD, 3 dari 4 orang dokternya positif Covid-19 dan bergejala. Sementara para perawatnya sebagiannya juga positif Covid-19 dan sisanya masih menunggu hasil swab PCR. “Dokter dari Dikes (untuk dokter pengganti), hasil rapid antigennya positif dan bergejala. Hadi ndak mungkin kita paksakan (buka IGD),” ungkap Ida Fitriani.

Ditutupnya IGD RSUD Dompu, kata Ida Fitriani, layanan akan dimaksimalkan fungsi RS Pratama dan puskesmas. RSUD Dompu hanya akan menerima pasien rujukan dari puskesmas dan itu pun terhadap mereka yang kondisinya kritis. Layanan yang masih dibuka di RSUD Dompu hanya pada ruang poli untuk pasien rawat jalan dan meneruskan rawat inap degan tenaga terbatas terhadap pasien rawat inap yang sudah ada. “Ruang kandungan dan bersalin, kita hanya terima rujukan yang benar – benar mengancam nyawa,” jelasnya.

Terkait kasus kematian pasien positif Covid-19 di RSUD Dompu, Ida Fitriani membenarkan bahwa kasus kematian pasien Covid-19 cukup tinggi. Di RSUD Dompu hingga jam 6 pagi, Selasa, 13 Juli 2021 ada 6 orang meninggal. “Sampai subuh jam 6 pagi tadi ada enam orang meninggal di ruang isolasi (pasien positif covid-19). Barusan, ada laporan tambahan satu (pasien covid-19) yang meninggal,” katanya.

Ida Fitriani pun mengaku, perkembangan Covid-19 di Dompu saat ini cukup berat. Kasus positif Covid-19 terus bertambah dan kematian pasien Covid-19 juga terus bertambah. Sementara nakes juga banyak yang positif dan bergejala. “Kita harap warga untuk benar – benar jaga imun dengan menerapkan prokes yang ketat,” harapnya. (ula)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional