Segera Sikapi Kenaikan Harga Beras

Anggota DPRD NTB, Hj. Nurlaela Chairunisa (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Kalangan DPRD NTB mengkhawatirkan mahalnya harga  beras  di pasaran saat ini akan memicu bertambahnya jumlah orang miskin baru. Karena itu, selaku wakil rakyat,  DPRD meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok paling utama tersebut.

Diketahui harga beras di pasaran saat ini Rp 11.000- 12. 000/ Kg. Harga itu diprediksi bakal terus meningkat jika tidak ada upaya pengendalian dari pemerintah.

Iklan

‘’Pemerintah harus segera mengambil tindakan, segera turun melakukan operasi pasar. Ada apa di balik mahalnya harga beras,’’ kata Anggota Komisi V DPRD NTB yang membidangi urusan kesejahteraan masyarakat, Hj. Nurlaela Chairunisa, SE kepada Suara NTB, Selasa, 8 Januari 2019.

Pihak yang akan paling terpukul dari dampak kenaikan harga beras ini tidak lain adalah masyarakat kecil dengan pendapatan yang pas-pasan. Sehingga dengan pendapatan mereka yang berada pada posisi rentan miskin tersebut, jika bebannya ditambah dengan mahalnya harga beras, maka otomatis mereka akan langsung jatuh menjadi miskin.

‘’Beras itu kebutuhan paling pokok, kebutuhan nomor satu masyarakat kita. Jika beras ini dibiarkan naik, tanpa ada upaya pengendalian dari pemerintah, sama saja pemerintah membiarkan masyarakat jatuh dalam lubang kemiskinan,’’ tegas wakil rakyat dari dapil Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu ini.

Pihak yang paling dikhawatirkan politisi PKB  ini adalah masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi, di Lombok Utara, Lombok Timur, Kota Mataram dan Sumbawa. Di tengah musibah yang telah menimpa mereka dan sampai saat ini masih berjuang untuk kembali bangkit dari keterpurukan ekonominya. Jika bebannya ditambah lagi dengan kenaikan harga beras, maka masyarakat khususnya para korban gempa akan makin sengsara.

‘’Masyarakat akan makin sengsara, terutama di daerah yang terkena gempa. Saya harapkan pemerintah dan semua pihak untuk membuka mata hati melihat hal ini,’’ ujarnya.

Aparat keamanan juga bila perlu dilibatkan untuk melakukan operasi. Sebab ia mencurigai bahwa kondisi tersebut merupakan permainan dari oknum. Pasalnya fenomena ini selalu saja terjadi pada saat musim tanam padi mulai tiba.

‘’Besok kalau sudah masuk musim panen, tiba-tiba harga beras anjolok. Apa ini bukan permainan? Makanya perlu aparat bertindak tegas mengambil langkah hukum untuk melindungi masyarakat dari permainan harga yang dilakukan oleh sejumlah oknum pengusaha beras ini,” pungkasnya. (ndi)