Segera Distribusikan 35.500 Dosis, Diprioritaskan Vaksinasi Dosis Pertama

Antrean masyarakat yang melakukan vaksinasi di RSUD NTB belum lama ini. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB kembali menerima sebanyak 3.550 vial atau 35.500 dosis vaksin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah dikirim 17 Juli lalu. Puluhan ribu dosis vaksin Covid-19 tersebut sudah berada di gudang Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dan segera didistribusikan ke 10 Pemda Kabupaten/Kota.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, vaksin yang telah didistribusikan ke daerah agar segera diserap atau digunakan. Pemprov meminta Pemda Kabupaten/Kota memprioritaskan vaksinasi dosis pertama, supaya vaksin yang dikirim langsung digunakan.

Iklan

“Dari provinsi segera didistribusikan. Kemudian dari kabupaten/kota kalau sudah di kabupaten/kota segera distribusi juga. Prioritaskan dosis pertama, dosis berikutnya nunggu vaksin berikutnya,” kata Kepala Dikes NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 21 Juli 2021.

Fikri menyebutkan jumlah vaksin Covid-19 yang telah diterima NTB sebanyak 804.140 dosis. Namun, dengan adanya tambahan sebanyak 35.500 dosis, maka jumlah vaksin yang telah diterima NTB menjadi 839.640 dosis.

Sementara itu, cakupan vaksinasi di NTB hingga Selasa, 20 Juli 2021, sudah mencapai 16,30 persen atau 550.521 orang untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua baru mencapai 6,15 persen atau 207.617 orang.

Dengan rincian, Kota Mataram untuk dosis pertama sudah mencapai 50,05 persen atau 136.859 orang dan dosis kedua 24,13 persen atau 65.979 orang. Kemudian, Lombok Barat sebesar 11,76 persen atau 54.303 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua baru 4,28 persen atau 19.773 orang.

Lombok Tengah sudah mencapai 11,81 persen atau 78.980 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 4,08 persen atau 27.293 orang. Lombok Timur sudah mencapai 12,19 persen atau 99.806 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 3,69 persen atau 30.182 orang.

Cakupan vaksinasi di Lombok Utara sudah mencapai 20,28 persen atau 31.504 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 7,14 persen atau 11.091 orang. Sumbawa Barat sudah mencapai 21,73 persen atau 19.452 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 7,92 persen atau 7.091 orang.

Selanjutnya, Sumbawa sudah mencapai 13,82 persen atau 46.283 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 6,64 persen atau 22.244 orang. Dompu sudah mencapai 15,65 persen atau 23.405 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 4,24 persen atau 6.347 orang.

Bima sudah mencapai 8,63 persen atau 28.310 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 2,84 persen atau 9.302 orang. Dan terakhir, Kota Bima sudah mencapai 32,51 persen atau 31.619 orang untuk dosis pertama dan dosis kedua sebesar 8,55 persen atau 8.315 orang.

“Sekarang kebijakan Presiden, datang vaksin langsung serap dosis pertama. Dosis kedua, nunggu vaksin berikutnya. Daripada nunggu 28 atau 30 hari untuk dosis kedua, pakai saja dulu untuk dosis pertama. Sehingga vaksin cepat terserap,” kata Fikri.

Fikri mengatakan serapan vaksin di NTB cukup bagus. Begitu vaksin dikirim ke kabupaten/kota, langsung habis. Ia mengatakan pengiriman vaksin dari Kemenkes dilakukan secara bertahap. Dikatakan, pada bulan Juli ini, pasokan vaksin dari Pemerintah Pusat masih belum stabil.

Dengan perluasan usia masyarakat yang menerima vaksin, kata Fikri, seharusnya dibarengi dengan pengiriman stok vaksin yang cukup ke daerah. “Kita sudah sampaikan usulan ini. Tapi kita dijawab, bulan Juli pasokan vaksin belum stabil. Bulan Agustus mulai stabil. Karena targetnya juga diminta lebih dari satu juta vaksinasi per hari nanti,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional