Sebelum Kunjungan Presiden, Pencairan Dana untuk 10.791 Unit Harus Beres

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat memimpin rapat percepatan pencairan dana bantuan stimulan untuk perbaikan rumah korban gempa NTB. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan kembali mengunjungi korban gempa di NTB, Kamis, 18 Oktober 2018. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc menyatakan, sebelum kunjungan Presiden ke NTB, dana bantuan stimulan perbaikan rumah untuk 10.791 korban gempa harus sudah beres (dicairkan).

Gubernur mengatakan dalam rapat terbatas di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018 lalu, Presiden telah menyederhanakan proses pencairan dana bantuan stimulan bagi masyarakat korban gempa. Dari semula dokumen sebanyak 17 lembar, sekarang hanya menjadi satu lembar.

Iklan

‘’Karena memang kemarin itu, prosesnya ribet, berbelit-belit. Bukan karena ingin mempersulit tapi karena kehati-hatian. Kita tak mau cepat, tapi ujung-ujungnya punya masalah. Tapi dengan hanya satu lembar, mudah-mudahan prosesnya menjadi lebih singkat,’’ kata Dr. Zul dikonfirmasi usai menggelar rapat di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Selasa, 16 Oktober 2018 sore.

Gubernur menyebutkan, berdasarkan data dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai perbankan yang ditunjuk pemerintah pusat menyalurkan dana bantuan stimulan, sebanyak 10.791 buku tabungan atau penerima bantuan sudah ada dananya di masing-masing rekening penerima.

Dengan rincian, Kota Mataram 1.355 unit rumah, Lombok Barat 379 unit, Lombok Utara 1.478 unit, Lombok Tengah 799 unit, Lombok Timur 1.917 unit, Sumbawa 1.067 unit dan Sumbawa Barat 2.081 unit. Data jumlah rumah rusak yang sudah masuk ke BRI untuk diproses  mendapatkan bantuan stimulan sebanyak 169.412 unit. Buku tabungan yang sudah terbit sebanyak 85.959 buah. Sedangkan buku tabungan yang belum terbit sebanyak 83.453 buah.

Dari 10.791 unit rumah yang sudah siap dananya di BRI, jumlah Pokmas yang terbentuk baru 472 dengan jumlah 3.665 KK. Dengan rincian Kota Mataram 9 Pokmas, Lombok Barat 11 Pokmas, Lombok Utara 5 Pokmas, Lombok Tengah 43 Pokmas, Lombok Timur 176 Pokmas, Sumbawa 35 Pokmas dan Sumbawa Barat 193 Pokmas.

‘’Sekarang 10.791  penerima, dananya  sudah masuk ke rekening. Ini dikejar dulu supaya segera cair,’’ ujar gubernur.

Untuk pencairan dana bantuan stimulan tersebut, kata gubernur tinggal tandatangan Ketua Pokmas dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPBD kabupaten/kota. Untuk mengejar pencairan dana sebanyak itu, sekarang sudah ada desk di BRI. Di mana PPK sudah ada di sana. Begitu Pokmas datang, maka dananya sudah dapat dicairkan.

‘’Sehingga tak ada proses ribet. Mulai hari ini sudah bisa dicairkan. Tinggal tandatangan Ketua Pokmas dan PPK. PPK sekarang ada di BRI,’’ ujarnya.

Menurut Dr. Zul, jika dana tahap pertama sudah cair maka akan mempermudah pencairan tahap berikutnya. Ia mengatakan, proses pencairan tahap berikutnya tak akan dapat dilakukan jika tahap pertama saja belum selesai.

‘’Hari Kamis Presiden (rencananya) datang, tadinya hari Rabu besok. Kita diberi kesempatan bereskan pencairan tahap pertama. Dari rapat kemarin (di Jakarta) saya lihat betul-betul bukan retorika. Betul-betul supaya ini (dana bantuan stimulan) segera cair,’’ pungkasnya. (nas)