Sebelum Dipindah, Penempatan Pedagang Kebon Roek Dibuatkan Zonasi

Mataram (Suara NTB) – Kesemrawutan di Pasar Kebon Roek akan segera tertangani dengan pemindahan para pedagang di lahan parkir ke lantai dua bangunan pasar. Sebelum para pedagang dipindah, akan dibuatkan zonasi sehingga menjadi lebih tertata. Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, S.Pi menyampaikan sebelum membuat zonasi, pihaknya mendata para pedagang sesuai dengan jenis dagangan mereka.

“Ini sudah ada pendataannya, (pedagang) sayurnya berapa, buahnya berapa. Kemudian juga ada yang bumbu-bumbu berapa,” ujarnya. Jika jumlah semua pedagang ini mencukupi untuk ditampung di lantai dua, maka semua akan dipindah ke atas. “Kita lihat jumlahnya dulu berapa sama semua kapasitas yang ada di atas,” tambahnya.

Iklan

Selain menetapkan zonasi bagi pedagang sayur, buah, dan bumbu dapur, akan diberikan juga ruang bagi warung-warung yang kini berjualan di lahan parkir. Lapak pedagang yang dibangun di sisi pagar tembok pasar menjadikan kawasan itu tampak kumuh. Alwan mengatakan akan memprioritaskan pembongkaran lapak liar tersebut dan memindahkan para pedagangnya ke atas.

“Kita siapkan untuk pedagang makanan, warung di atas. Kemudian pedagang bakulan juga kita siapkan dan insyaallah tidak akan ada rebut-rebutan,” ujarnya.

Dinas Perdagangan ditargetkan mengatasi kesemrawutan di pasar itu dalam waktu satu bulan. Alwan mengatakan pihaknya terus dipantau Wakil Walikota Mataram bagaimana progres penataan Pasar Kebon Roek yang dihajatkan jadi pasar tradisional percontohan di Kota Mataram.

Sebelum pedagang dipindah ke bangunan lantai dua, pihaknya juga harus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para pedagang. Pasalnya selama ini kebanyakan pedagang enggan berjualan di lantai dua karena harus menaiki tangga.

Setelah sosialisasi dan lapak yang ditempati di bangunan lantai dua telah siap, baru pihaknya akan menertibkan pedagang dan memindahkan mereka ke lantai dua. Ia mengatakan tidak ada alasan lagi bagi para pedagang tak mau pindah ke atas.

“Semua pedagang ke atas dan nanti akan kita tata lagi,” ujarnya. Bagi pedagang yang tidak mau mengikuti aturan, pihaknya akan bertindak tegas.

“Pasti ada tindakan tegas. Ini kerja tim, bukan hanya Perdagangan. Pak Camat, Pak Lurah, petugas keamanan di sini kemudian Perdagangan, Perhubungan, Perkim (Perumahan dan Permukiman), dan PU. Ini juga akan saya sampaikan ke Asisten I mungkin beliau yang akan mengkoordinir supaya ini benar-benar clear, bersih,” jelasnya. (ynt)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional