Sebelas Pelajar di Lotim Dinyatakan Reaktif

Ilustrasi rapid test. (ant/bali post)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 11 pelajar di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dinyatakan reaktif virus Corona (Covid-19). Mereka terdeteksi reaktif saat melakukan tes cepat gratis yang disubsidi pemerintah, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan santri yang akan mengenyam pendidikan di luar Pulau Lombok.

Untuk itu, menurut Kepala Dikes Lotim, H. M. Hasbi Santosa, M.Kes., Kamis, 23 Juli 2020, pelajar dan mahasiswa yang dinyatakan reaktif, tidak diizinkan untuk ke luar daerah demi keamanan dan keselamatan.

Iklan

Hal ini, ujarnya, perlu ketegasan karena ada beberapa pihak yang meminta kepada gugus tugas penanganan Covid-19 Lotim untuk dilakukan rapid test untuk pelajar dan mahasiswa di dalam daerah. Pelaksanaan rapid test dilakukan di Posko Utama Penanganan Covid-19 bertempat di Pendopo Bupati Lotim. Di sana, pelajar dan mahasiswa akan diberikan surat non reaktif apabila dalam kondisi sehat. Itulah yang akan dibawa ke luar daerah sebagaimana persyaratan yang sudah ditentukan.

“Sesuai dengan aturan bahwa yang ditemukan reaktif dilakukan penanganan lanjutan di bawah penanganan puskesmas masing-masing,” terangnya.

Hingga saat ini, jumlah pelajar dan mahasiswa yang sudah mengikuti rapid test sebanyak 600 lebih. Pelayanan akan tetap dibuka untuk menfasilitasi kebutuhan masyarakat, terutama yang akan mengenyam pendidikan di luar daerah dengan mengutamakan keselamatan. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional