Sebelas Anak Meninggal, Kasus DBD Meningkat di Kota Mataram dan Kota Bima

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terus menelan korban. Data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, jumlah anak yang meninggal akibat DBD sampai minggu ke tiga April 2019 sebanyak 11 orang.

Sedangkan masyarakat yang terjangkit DBD di 10 kabupaten/kota di NTB sudah mencapai 1.245 orang. Kasus DBD cenderung mengalami peningkatan di Kota Mataram dan Kota Bima.

Iklan

‘’Minggu kemarin sudah  1.245 kasus DBD. Yang masih naik turun angkanya Kota Mataram dan Kota Bima,’’ kata Kepala Dikes NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, MPH dikonfirmasi Suara NTB, Kamis (25/4).

Nurhandini mengatakan, puncak DBD terjadi pada Maret lalu. Kasus DBD pada delapan kabupaten di NTB sudah cenderung menurun. Sedangkan Kota Mataram dan Kota Bima masih tinggi.

Ia merincikan jumlah kasus DBD di setiap kabupaten/kota sampai pekan ketiga April 2019. Kota Mataram 379 kasus, Lombok Barat  134 kasus, Lombok Tengah 104 kasus.

Kemudian Lombok Timur 59 kasus, Lombok Utara 126 kasus, Kota Bima 112 kasus, Kabupaten Bima 22 kasus, Dompu 124 kasus, Sumbawa 165 kasus dan Sumbawa Barat 20 kasus.

‘’Trennya yang masih naik turun Kota Mataram sama Kota Bima. Kalau di kota faktor kepadatan penduduk. Di dua  kota ini cenderung naik. Kalau kabupaten cenderung turun,’’ jelasnya.

Nurhandini menyebutkan, jumlah korban meninggal sebanyak 11 orang. Terbanyak di Kota Bima 6 orang. Kemudian Kabupaten Bima 1 orang , Dompu 3 orang dan  Kota Mataram 1 orang.

Kepada Kota Mataram dan Kota Bima, Dikes NTB meminta Pemda setempat mengevaluasi sistem pengobatannya. Kemudian Pemda diminta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

‘’Ayo gotong royong membersihkan lingkungan. Jaga kebersihan lingkungan dan jangan terlambat berobat,’’ pesannya.

Karena yang meninggal semuanya anak-anak. Pihak sekolah diminta memperhatikan kebersihan lingkungan sekolah. ‘’Anak-anak itu ada yang digigit nyamuk di sekolah, bukan di rumahnya. Sekolah harus melakukan PSN. Kamar mandi jangan jorok, lingkungan sekolah jangan jorok,’’ pesannya. (nas)