Sebaran Guru Tidak Merata Masih Jadi Permasalahan Utama

Mansur (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Sebaran guru yang tidak merata di seluruh daerah di NTB dianggap masih jadi permasalahan utama situasi guru di NTB. Selain itu, kekurangan guru dengan keahlian khusus atau kompetensi tertentu juga masih menjadi masalah.

Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), yang juga dari Serikat Guru Mataram, Mansur mengatakan, secara umum situasi guru di NTB sama dengan  kondisi guru secara nasional. Menurutnya, sebaran yang tidak merata masih menjadi permasalahan utama, di samping kekurangan guru dengan keahlian khusus.

Iklan

“Status kepegawaian guru honorer dengan berbagai tipe masih sebanding dengan jumlah guru PNS ditambah guru tetap Yayasan. Kondisi ini tentu saja memberi dampak yang cukup luas terhadap pelayayan pendidikan kepada siswa ketika permasalahan guru honorer belum terselesaikan,” ujar Mansur, Jumat, 26 November 2021.

Mansur menjelaskan, khususnya di NTB, sesuai data Referensi Dapodik terbaca dari 73.320 guru, yang berstatus PNS hanya 32.671 guru. Bahkan, ujar Mansur, untuk Kabupaten Bima kondisi tersebut sangat mencolok, dengan jumlah guru honorer di setiap sekolah rata-rata lebih banyak dari guru PNS.

“Untuk beberapa wilayah kabupaten/kota di NTB juga demikian jumlah guru honor sekolah masih cukup banyak. Kondisi ini tentu saja menjadi gambaran sulitnya untuk memenuhi kebutuhan guru berkualitas di NTB bahkan di seluruh tanah air,” jelas Mansur.

Meski diakuinya, kualitas guru tidak ditentukan oleh status kepegawaiannya. Meskipun tidak ada data pasti perbandingan kualitasnya, tetapi dari pengamatan FSGI selama ini kualitasnya relatif sama. Menurutnya, yang lebih mungkin dilakukan pemerintah adalah menuntut kinerja yang lebih tinggi kepada guru PNS, sembari memperbaiki nasib guru honorer sekolah.

“Setidaknya penyebaran guru PNS berdasar kesesuaian kompetensinya dapat dilakukan, atau melakukan re-skilling dan upskilling kepada guru yang sudah ada dan berlebih secara kompetensinya untuk memenuhi kebutuhan guru keahlian khusus,” saran Mansur.

Di samping itu, satu hal menurutnya juga penting dalam rangka mengurus guru yaitu melakukan pemberdayaan organisasi profesi guru. Organisasi profesi guru saat ini tidak lagi tunggal, tetapi sudah beragam. Pemerintah harus dapat memberikan ruang dan pelayanan yang sama terhadap semua organisasi guru yang ada.  “Organisasi guru dapat dituntut dan diberikan peran yang lebih luas untuk mengurus anggotanya sehingga kualitas guru lebih cepat dioptimalkan,” pungkas Mansur. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional