Sebagian Masyarakat Malaysia Masih Takut ke Lombok

Mataram (Suara NTB) – Sebagian masyarakat Malaysia dinilai masih takut untuk datang berwisata ke Lombok. Alasannya, karena adanya rasa phobia yang akut di kalangan sebagian orang Malaysia.

Penduduk Malaysia merasa phobia untuk datang ke Lombok, lantaran stigma negatif tertanam di benak mereka. Pandangan sebagian orang Malaysia tentang Lombok, masih keliru serta harus diluruskan.

Iklan

“Orang Malaysia takut berkunjung ke Lombok, sebab adanya stigma negatif. Orang beranggapan bahwa Lombok merupakan tempat yang menakutkan,” ungkap Mohammad Naharuddin, Owner Nahariza Tourism Consultant di Malaysia, Jumat, 17 Maret 2017.

Salah kaprah pandangan masyarakat Malaysia terhadap Lombok, tidak lepas dari isu-isu miring yang menjalar ke benak mereka. Isu tentang tradisi pernikahan adat daerah ini, menjadi muara persoalan yang berkembang. Orang Malaysia tidak berani datang ke Lombok, karena adanya tradisi kawin lari yang berkembang di daerah ini.

“Orang sini beranggapan, kalau mereka kesana–apalagi membawa anak gadisnya, takut jika nanti anaknya dinikahi. Tapi saya selalu bilang pada mereka dalam setiap agenda promosi yang saya lakukan.  Saya bilang, jangan bicara tentang baik buruknya daerah Lombok, kalau anda belum pernah kesana,” tuturnya dari seberang telfon.

Sebagai agen transportasi perjalanan wisata yang sering datang ke Lombok, Naharuddin merasa tahu betul tentang adat dan tradisi pernikahan masyarakat Lombok. Dirinya terus berupaya menghapus stigma negatif itu agar pemasaran pariwisata Lombok berjalan mulus.

 Popularitas objek-objek pariwisata di Lombok mulai meroket sejak penyematan merk Pariwisata Halal. Naharuddin menerangkan, orang Malaysia memiliki kecenderungan yakni hobi melancong. Tujuan safari yang paling utama mereka cari adalah destinasi-destinasi wisata halal.

 “Pelancong dari Malaysia ini cenderung ingin mendatangi objek-objek wisata halal. Mereka ke Jepang, Singapore atau Indonesia, yang mereka tuju itu tetap kawasan wisata halal,” jelasnya dari Vietnam sana.

Pulau Lombok memiliki potensi yang lebih unggul ketimbang daerah-daerah lain di Indonesia. Jika dibanding Bali, orang Malaysia lebih memilih berkunjung ke Lombok. Alasannya, Pulau Lombok menjadi tempat beraktivitas wisatawan muslim asal Malaysia secara leluasa. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pariwisata halal, juga menjadi faktor penentu bagi wisatawan Malaysia –dalam memilih daerah ini sebagai tujuan mereka.

“Ketersediaan sarana, seperti tempat ibadah. Makanan yang halal dan hygienes, itu yang terpenting. Dan Lombok kami lihat sudah memenuhi standar kebutuhan. Tinggal dipermak dan dipercantik lagi fasilitas-fasiltas yang sudah ada,” pintanya.

Kendati demikian, satu kelemahan yang harus dibenahi menyangkut soal pelayanan. Tamu-tamu dari Malaysia juga sering melayangkan keluhan. Satu hal yang sering dipersoalkan yakni sajian menu makanan yang monoton.

 “Tamu-tamu kite sering komplain. Mereka berkeluh, kalau menu makanan disana pelecing-pelecing saja. Tetapi saya bilang, itu memang menu makanan khas daerah sana yang wajib dihidangkan,” tandasnya. (met)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here