Sebagian Besar TKI Hanya Lulusan SD

Selong (Suara NTB) – Data jumlah TKI Lombok Timur (Lotim) pada tahun 2015 dari tingkat pendidikan menggambarkan sebagian besar lulusan Sekolah Dasar (SD). Dari 13.594 orang, 12.603 tamatan SD, 669 orang tamatan SMP sederajat dan 322 lulusan SMA sederajat.

Gambaran serupa terlihat tahun 2014. Dari 14.889 TKI, 14.052 lulusan SD, 606 orang lulusan SMP dan 231 lulusan SMA. Dari data tersebut juga menunjukkan tidak ada satupun TKI asal Gumi Selaparang yang sarjana. Sebagian besar TKI Lotim hanya bekerja pada sektor yang mengandalkan tenaga.

Iklan

Melihat data ini, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Lotim H.M. Aminullah, mengaku meragukan kejujuran TKI mengungkapkan data sebenarnya. Data yang diberikan adalah lulusan SD. Aminullah menduga, ada unsur kesengajaan tidak mengungkapkan data tingkat pendidikan sebenarnya.

TKI asal Lotim ini sebagian besar merupakan tenaga formal yang bekerja di sektor perkebunan. Ada indikasi, pihak yang menggaji maunya hanya gaji pekerja tingkat SD. “Tidak benar kalau hanya tamat semuanya itu,” kata Aminullah. Ia meyakini, tidak sedikit dari jumlah yang mengaku tamat SD itu merupakan tamatan SMA sederajat bahkan sudah sarjana.

Selain itu, para TKI ini ada kecenderungan malu mengungkapkan data tingkat pendidikan yang tinggi. Lulusan sarjana tapi jadi kuli di negeri orang, sehingga lebih gampang menunjukkan ijazah tingkat SD sederajat. Aminullah meyakini, justru saat ini sebagian besar sudah menggelar wajib belajar sembilan tahun. Hanya sebagian kecil saja yang tingkat pendidikannya SD. (rus)

  FPR NTB Kecam Penangkapan Petani Jurang Koak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here