Seakurat Apa Pemeriksaan Swab RT-PCR Covid-19 di Lab Genetik Sumbawa Technopark?

Direktur Sumbawa Technopark, Dr. Arief Budi Witarto bersama peneliti dari pusat. (Suara NTB/ist)

Sumbawa (Suara NTB) – Sebagai upaya menjaga kualitas pemeriksaan Swab RT-PCR Covid-19 di 322 lab pemeriksaan se-Indonesia, beberapa upaya telah dilakukan oleh Pemerintah.

Upaya pertama, menggelar berbagai pelatihan agar semua memiliki kepahaman yang sama tentang teknik yang digunakan dan interpretasi data. Termasuk juga operasional lab dari faktor biosafety dan biosecurity.

Iklan

“Lab Genetik Sumbawa Technopark sudah mengikuti 3 pelatihan baik secara langsung di lab maupun daring,” ujar Direktur Sumbawa Technopark, Dr. Arief Budi Witarto dalam rilis yang diterima redaksi Suara NTB, Kamis, 21 Oktober 2020.

Arief menyebutkan pelatihan pertama yang telah diikuti STP adalah pelatihan oleh Kemenristek-BRIN bekerjasama dengan LIPI di BSL3 Cibinong pada tanggal 31 Maret 2020 s.d. 2 April 2020. Pelatihan selama 3 hari ini meliputi juga manajemen risiko dan praktik di BSL3 terbaru dan terlengkap di Indonesia yang didirikan dengan dana Sukuk Kemenkeu Rp 120 M.

Selanjutnya, pelatihan dari Kemenkes-Litbangkes sendiri tanggal 18-20 Mei 2020. Dan terakhir pelatihan dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang menggandeng Asosiasi Biorisika Indonesia dan lembaga internasional asal AS, Health Security Partners tanggal 20-23 Juli 2020. Jadi sudah lengkap 3 lembaga paling kompeten dan relevan telah memberikan pelatihan.

Upaya kedua adalah validasi hasil pemeriksaan masing-masing lab oleh pihak ketiga yaitu Lab Rujukan Nasional yang hanya ada 1 menurut SK Menkes yaitu Badan Litbangkes yang dalam hal ini dijalankan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang terletak di Jakarta.

Pada waktu Pelatihan Kemenkes, Litbangkes sudah memberikan panduan yaitu pengiriman 20 sampel positif dan 10 sampel negatif untuk dipastikan dengan metode dan reagen berbeda di Pusat tadi apakah sama atau tidak.

“Setelah menunggu beberapa lama hasilnya belum keluar, kami membawa sendiri sampel yang diminta ke Jakarta agar ada kepastian penerimaan dan pemeriksaan. Hasilnya baru saja diumumkan, yaitu 100% yang dinyatakan positif oleh Lab Genetik Sumbawa Technopark, juga positif menurut Kemenkes. Dan 100% juga untuk yang negatif,” jelasnya.

Menurut salah satu peneliti dari Pusat tersebut, tidak semua Lab Pemeriksa mendapat hasil seperti ini. Walaupun tidak disebutkan jumlahnya, tapi peneliti bersangkutan mengatakan kalau baru saja mengunjungi Lab di dua pulau luar Jawa untuk mengecek langsung kondisi lab pemeriksa yang hasil validasi atau PME (pemantapan mutu eksternal)-nya kurang baik/jelek.

“Dengan demikian apa yang dicapai Lab Genetik Sumbawa Technopark ini menjadi salah satu jaminan mutu dari pemeriksaan yang sudah dilakukan selama ini,” pungkas Arief. (r)