SDN Gerimax Indah Akomodir Murid di PPDB

Pengendara melintas di depan SDN 2 Gerimax Indah, Senin,31 Mei 2021. Peralihan status aset sekolah berada di Lingkungan Tembolaq, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram ini masih mandek. Disdik Kota Mataram menjamin akan mengakomodir siswa yang akan melanjutkan sekolah ke Kota Mataram, walaupun status sekolah masih milik Pemkab Lombok Barat. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram memastikan murid di SDN Gerimax Indah tetap akan diakomodir pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Jalur zonasi tidak melihat asal sekolah, melainkan alamat wali murid. Penyelesaian aset akan difasilitasi oleh pemerintah provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali mengungkapkan, status aset SDN Gerimax Indah di Lingkungan Tembeloq, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya pernah dibahas permasalahannya. Pasalnya, aset ini dimiliki oleh dua pemerintahan antaran Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Penyelesaiannya akan difasilitasi oleh Pemprov. “Nanti pemprov yang akan bantu selesainya. Karena ini antara dua pemerintahanya jadi penyelesaiannya G to G,” kata Fatwir.

Iklan

Jika pengelolaan aset terjadi peralihan, Fatwir meminta guru tidak perlu khawatir. Sebagian guru atau seluruhnya bisa saja masuk ke Mataram. Demikian pula sebaliknya, jika memilih ke Lombok Barat. Bagi Dinas Pendidikan tidak ada masalah, tergantung pilihan guru mengajar di mana. Sedangkan, murid ingin melanjutkan sekolah ke Mataram tetap akan diakomodir. PPDB melalui jalur zonasi tidak melihat asal sekolah, melainkan alamat siswa. “Tetap kita akomodir. Zonasi ini tidak melihat asal sekolah, tetapi alamat orangtua,” jelasnya.

Ditegaskan, peralihan status guru dan murid tidak ada masalah. Hanya saja, jika murid yang berhubungan dengan ijazah dan harus disahkan karena berkaitan dengan administrasi hukum harus mengurus ke Lobar. Fatwir mengharapkan, penyelesaian aset yang difasilitasi oleh pemprov bisa mendapatkan titik terang, apakah mekanismenya melalui hibah atau lainya sebagainya. “Tidak mungkin dibeli aset itu, karena ini kan antara pemerintah dengan pemerintah,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menerangkan, status peralihan aset sekolah di Mandalika itu sudah ada pembicaraan dengan Pemkab Lombok Barat. Komitmennya segera diselesaikan bersama Badan Keuangan Daerah, Dinas Pendidikan Kota Mataram serta instansi teknis di Pemkab Lobar.

Meskipun sekolah itu statusnya milik Pemkab Lobar, murid sekolah di sana tetap diakomodir untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan di Kota Mataram. Komitmen ini sudah disampaikan sebelumnya oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali. Artinya, orangtua murid tidak perlu khawatir terkait sistem zonasi penerimaan peserta didik baru. “Tetap diakomodir itu sudah jadi komitmen Disdik Kota Mataram,” tegasnya.

Mandeknya peralihan status sekolah itu dipicu akan berpengaruh terhadap neraca aset tidak diketahui pasti. Putu juga heran satu sekolah itu tidak masuk wilayah Kota Mataram, saat pemekaran wilayah dari Kelurahan Bertais ke Kelurahan Mandalika. Sepengetahuannya, pemekaran wilayah harus dibarengi dengan peralihan aset dan lain sebagainya. Saat ini, operasional, guru serta anggaran lainnya menjadi tanggungjawab Pemkab Lobar. Berbeda halnya setelah peralihan atau pelimpahan aset akan menjadi tanggungjawab Pemkot Mataram. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional