SDN 30 Cakranegara Gelar Ulangan Semester di Tenda

Murid SDN 30 Cakranegara terpaksa mengerjakan soal ulangan semester di teras sekolah dan tenda, Senin, 3 Desember 2018.  (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Salah satu sekolah di Kota Mataram  yaitu SDN 30 Cakranegara terpaksa menyelenggarakan ulangan semester di tenda dan teras sekolah saat pelaksanaan ulangan semester yang dimulai Senin, 3 Desember 2018. SDN 30 Cakranegara mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok dan sekitarnya beberapa bulan lalu.

Puluhan murid tampak duduk di teras SDN 30 Cakranegara pada Senin, 3 Desember 2018 pagi. Mereka memegang kertas yang berisi soal ulangan semester. Mereka dibagi per kelompok sesuai kelas masing-masing. Suara kendaraan melintas di depan sekolah berbaur dengan suara murid yang  mengerjakan soal sambil berbincang dengan temannya.

Iklan

Rata-rata murid kelas awal yang duduk di teras. Sementara murid yang berada di kelas yang cukup tinggi mengerjakan ulangan di tenda. Murid yang di tenda lebih beruntung, karena ada meja kursi untuk tempat mereka mengerjakan soal ulangan, meskipun ada sedikit genangan air di bawah kaki mereka. Sementara murid yang duduk di teras, hanya duduk bersila di lantai dengan alas seadanya.

Kepala SDN 30 Cakranegara, Yatmini, S.Pd., ditemui di ruang kerjanya mengakui ruangan di SDN 30 Carkranegara yang terletak di Kelurahan Selagalas itu belum bisa digunakan. Ruangan dari  kelas I sampai Kelas VI mengalami kerusakan, kerusakan itu menyasar struktur bangunan yang membuat rehabilitasinya membutuhkan waktu yang cukup lama. “Anak-anak semua belajar di luar. Kalau struktur bangunan rusak, kita khawatir kalau roboh, maka semua bangunan kena,” ujarnya.

Ulangan semester yang dimulai Senin ini pun terpaksa dilaksanakan di luar ruangan. Murid pun terpaksa mengikuti ulangan secara bergiliran, ada kelas yang masuk pagi dan ada juga yang siang hari. “Kami menyesuaikan keadaan,” katanya.

Diakuinya pihaknya mengalami kesulitan saat pembelajaran dilaksanakan di luar ruangan bahkan di teras sekolah. Apalagi ulangan semester juga dilaksanakan di luar bangunan kelas. Namun, pihaknya tidak mau menyerah dengan keadaan ini. Pembelajaran disiasati dengan belajar di tenda yang diperoleh dari bantuan BNPB. Juga pembelajaran dilaksanakan di teras sekolah dan pernah belajar di kelas tapi di sisi terdekat pintu.  “Tetap kita atur, yang penting setiap harinya anak tidak boleh tidak menerima pendidikan di sekolah,” katanya.

Pelaksanaan ulangan semester yang dilaksanakan selama sepekan ini pun terpaksa berjalan dengan tidak ideal. “Untuk sekolah, kondisi ini belum ideal,” ujar Yatmini.

Bantuan untuk rehabilitasi berasal dari APBN yang nilainya Rp205 juta. Meski demikian, Yatmini mengatakan sulit bisa diselesaikan dengan cepat, karena membutuhkan waktu.

“Target selesai Desember ini, pembangunan ini kan bertahap karena ganti struktur. Ini struktur bangunannya yang diganti,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., mengatakan Perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa yang bersumber dari dana APBN harus rampung pada pertengahan Desember tahun ini.

Terkait dengan masuknya musim hujan, menurut Sidik tidak terlalu mengganggu pembelajaran di sekolah yang masih menggunakan tenda. Karena selama ini hujan turun saat sore hari. “Mungkin sekolah yang masih di tenda tidak terlalalu berdampak, karena hujannya juga turun sore saja,” katanya. (ron)