SDN 2 Praya Dibobol Pencuri

Atap genteng SDN 2 Leneng, Praya, yang dibongkar diduga jalan masuk pencuri, Selasa (27/10) kemarin. Dalam kasus pencurian tersebut pihak sekolah kehilangan sejumlah barang elektronik.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – SDN 2 Leneng, Praya, Lombok Tengah (Loteng), Selasa, 27 Oktober 2020 dini hari dibobol pencuri. Sejumlah barang elektronik berhasil digondol pelaku pencurian dalam kejadian yang diperkirakan sekitar pukul 02.00 wita tersebut. Karena kejadian itu, pihak sekolah mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Kasusnya sekarang sudah ditangani unit Reskrim,” ungkap Kapolsek Praya, AKP Dewa Ketut Suardana, Selasa. Pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta ketengan pihak sekolah setelah mendapat laporan kasus pencurian tersebut.

Iklan

Dari hasil olah TKP diketahui, pelaku pencurian diduga masuk ke ruang guru sekolah setempat melalui atap gedung sekolah. Pasalnya, tidak ditemukan ada kerusakan dipintu ruang guru yang dibobol pelaku pencurian tersebut. Kasusnya baru diketahui pada Selasa pagi. Sebelumnya pada Senin, 26 Oktober 2020 sebelumnya penjaga sekolah masih beraktivitas hingga pukul 18.00 wita. Karena ada siswa SD sedang melaksanakan latihan voli. Begitu pula, penjaga sekolah tidak lupa mengunci seluruh ruangan sekolah.

Lalu pada keesokan (Selasa pagi kemarin) sekitar pkl 05.00 wita, penjaga sekolah datang ke sekolah untuk membuka pintu kelas. Namun penjaga sekolah kaget begitu melihat atap genteng ruangan guru sudah terlepas. Penasaran penjaga sekolah lantas membuka pintu ruangan guru dan menemukan plafon ruangan tersebut sudah dijebol, diduga oleh pelaku pencurian.

“Saat memeriksa ruang guru tersebut, saksi menemukan beberapa barang milik sekolah sudah hilang,” sebut Suardana. Di antaranya komputer sekolah lengkap dengan monitornya dan masing-masing dua buah speaker aktif serta laptop milik sekolah.

Awalnya penjaga tidak begitu yakin sekolahnya dibobol maling. Dengan sempat mencari keberadaan barang elektronik milik sekolah tersebut di sekitar sekolah.  Namun setelah tidak menemukan barang yang dicari, pejaga sekolah baru sadar kalau sekolahnya sudah dibobol maling. Kasus pencurian itu pun dengan cepat menyebar ke warga sekitar.

Tidak lama berselang, aparat kepolisian kemudian datang ke lokasi kejadian. “Setelah dihitung-hitung, pihak sekolah mengaku mengalami kerugian hingga Rp20 juta atas kejadian itu,” imbuh Suardana seraya menambahkan, pihak kepolisian kini masih berusaha mengindentifikasi pelaku pencurian dengan memeriksa beberapa pihak. (kir)