SD dan SMP di Kota Mataram Kekurangan Ratusan Guru

Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – SD dan SMP di Kota Mataram mengalami kekurangan ratusan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Jumlah kekurangan itu dipastikan akan bertambah, karena ratusan guru juga akan memasuki masa pensiun hingga tahun 2021 nanti. Dinas Pendidikan Kota Mataram mengharapkan pemerintah pusat bisa mengisi kekurangan guru tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 5 Februari 2020 mengatakan, pihaknya cukup merasa panik melihat kondisi kekurangan guru di Mataram. Dari catatan pihaknya, kekurangan guru kelas SD di Mataram sebanyak 379 orang, guru olahraga di SD mengalami kekurangan 49 orang, dan guru kelas SMP kekurangan sebanyak 267 orang.

Iklan

“Dinas pendidikan dalam posisi ‘panik’ dengan melihat kondisi kekurangan guru itu, kita berupaya ingin supaya kelas-kelas yang tadinya tidak ada guru bisa segera diisi oleh guru kelas,” kata Fatwir.

Kondisi kekurangan guru kelas itu mengakibatkan ada guru yang harus mengajar di dua kelas. Kondisi itu dikhawatirkan kian parah ketika banyak guru yang akan pensiun. Fatwir mengungkapkan sampai dengan tahun 2022 nanti hampir 180-an orang guru akan memasuki masa pensiun.  “Jumlah guru pensiun akan cukup signifikan. Itulah yang jadi kepanikan kita, bagaimana kita bisa segera mengisi kelas kosong,” ujarnya.

Fatwir berharap pada tes CPNS nanti akan ada banyak guru yang lolos, sehingga bisa menutupi kekurangan guru itu. Ia juga menyerahkan ke pemerintah agar bisa mengangkat guru honor dengan status yang lebih dari saat ini. Dengan kenaikan status diharapkan guru honorer bisa lebih meyakinkan guru honorer menyelesaikan tugas-tugasnya, sehingga kualitas pendidikan akan bertambah.

“Saya berupaya segaera masalah kekuangan guru teratasi. Saya mencoba komunikasi dengan pemerintah daerah. Kami terus bekerja, tidak putus menyelesaikan masalah kekurangan guru, kualitas guru, kualitas kepala sekolah, dan sarana prasarana, kita berjuang memenuhi pelayanan itu,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kota Mataram, M. Yasin mengatakan, kekurangan guru tidak hanya dialami di Mataram, tapi hampir di seluruh daerah. Terkait wacana penghapusan guru honorer, menurutnya tidak tepat karena pasti berdampak pada semakin berkurangnya guru.  (ron)