Sawah Baru Masih Andalkan Hujan

Selong (Suara NTB) – Persoalan irigasi di sawah-sawah baru yang belum lama ini dicetak diakui Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin. Tidak semua sawah bisa dibuatkan saluran irigasi teknis, karena tidak memiliki sumber air yang akan dialirkan. Karenanya, sawah-sawah baru menjadi sawah tadah hujan, yakni mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam.

Ia menyebutkan 930 hektar sawah  baru yang baru ditanam ini sebagian sudah ada airnya, seperti di Wilayah Kecamatan Wasanaba. Sudah ada irigasi yang bisa mengairi sawah-sawah baru tersebut. Kasus sawah baru di Rempung Kecamatan Pringgasela sempat dibuatkan sumur bor, namun sumbernya sangat kecil. Pemkab Lotim pun berusaha untuk membuatkan saluran-saluran irigasi teknis, sehingga bisa memenuhi kebutuhan petani.

Iklan

“Sawah di Desa Rempung sumber air rendah, sehingga perlu dibuatkan irigasi dari utara. Saluran irigasi sedang dibuatkan. Jika belum bisa saat ini, maka untuk menghadapi musim tanam ini bisa menanam padi gogo rancah dulu,” ucapnya belum lama ini.

Begitupun sawah-sawah lainnya yang belum bisa dialirkan air diharapkan saat musim hujan saat ini bisa memanfaatkan sawah ini dengan menanam palawija atau padi gogo. “Hanya bisa andalkan tadah hujan dulu,” akunya.

Upaya-upaya lain yang dilakukan Pemkab Lotim terus mengupayakan dihadirkannya sumur bor. Dinas Pertanian dan Peternakan Lotim sudah mengusulkan bantuan sumur bor ke pemerintah pusat.

Soal manfaat sumur bor diingatkan wabup benar-benar di sumber air yang ada airnya, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik. Ia meyakini, jika sumur bor memiliki air, maka akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat. Indikasi sumur bor yang tidak ada air dimungkinkan, karena cadangan air yang berkurang. (rus)