Satu Terduga Pelaku Teror Panah di Sumbawa Dibekuk Polisi

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Tim buser Reskrim Polres Sumbawa menangkap salah seorang terduga pelaku pemanah misterius di Kabupaten Sumbawa. Terduga berinisial AS (19) warga Kecamatan Labuhan Badas tersebut ditangkap pada Sabtu, 28 April 2018 malam. Dalam hal ini, yang bersangkutan adalah eksekutor yang beraksi di pada Jumat, 27 april lalu yang menyebabkan anak panah tertancap di leher Yandi Juniansyah (15) pelajar asal Desa Mama, Kecamatan Lopok.

Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, AKP. Zaky Maghfur, SIK kepada wartawan, Minggu , 29 April 2018 membenarkan hal tersebut.

Iklan

Penangkapan dilakukan berdasarkan keterangan saksi dan ciri-ciri saat melakukan aksi. Atas dasar itulah pihaknya menangkap yang bersangkutan yang tengah tidur di kos-kosannya. Kemudian untuk rekannya saat beraksi masih dalam pencarian. Dimana terduga, untuk saat ini hanya terkait dengan kasus panah yang menimpa korban Yandi Juniansyah.

“Yang kita amankan adalah eksekutor yang memanah Yandi. Yang satunya lagi (teman terduga) sedang dalam pencairan. Untuk kaitannya dengan korban lain belum ada. Karena berdasarkan keterangan, baik tempat kejadian dan korban berbeda. Kemungkinan pelakunya berbeda,” ujarnya.

Dijelaskannya, dari keterangan AS yang bersangkutan baru sekali melakukan aksinya. Aksi tersebut dilakukan karena terduga ada persoalan lama dengan rekan-rekan korban. Terduga beberapa kali bolak-balik memantau lokasi. Namun karena rekan-rekan korban tidak ada, sehingga korbanlah yang menjadi sasaran. “Dari keterangan terduga, sebenarnya bukanlah korban yang diincar, tetapi teman-temannya. Namun karena tidak ditemukan teman-teman korban, akhirnya korban yang menjadi sasaran,” terangnya.

Mengenai perbuatan yang dilakukan, terduga dijerat dengan pasal undang-undang perlindungan anak karena korbannya anak-anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Adapun untuk kasus teror panah di TKP lain, saat ini pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap para pelaku.

Untuk diketahui, sebelumnya polisi juga mengamankan empat orang terduga pembuat panah pada Sabtu (28/4) lalu. Mereka masing-masing berinisial MZA (15) pelajar asal Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Ak (16) pelajar dan Dh (21) warga Kampung Irian, Kelurahan Uma Sima, dan IM (16) remaja putus sekolah yang tinggal di Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah anak panah yang sudah jadi, paku besi bahan pembuat anak panah, satu gagang ketapel belum jadi, gergaji besi dan empat buah handphone.

Pasca diamankan, empat terduga pembuat, informasi sempat viral di media sosial baik WhatsApp maupun facebook. Namun karena banyaknya informasi yang tersebar, menimbulkan spekulasi yang menyebutkan keempatnya sebagai pelaku. Sehingga rumah salah seorang terduga pembuat panah yang diamankan nyaris dibakar massa.

Kebetulan, rumah terduga berdekatan dengan rumah salah satu korban di kejadian sebelumnya. Beruntung, polisi yang mengetahui hal tersebut bergerak cepat untuk menenangkan sekaligus menghimbau warga setempat.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diakui Kasat Zaky, hanya dua orang yang terbukti membuat dan sebagai pemilik anak panah. Sementara dua orang lainnya tidak ada kaitannya, hanya kebetulan berada di lokasi tersebut. Peran dari kedua terduga tersebut masing-masing satu orang pemilik gergaji dan besi dan satu orang yang membuat. Kedua terduga mengaku membuat panah tersebut untuk kepentingan berjaga-jaga.

Terkait dua orang yang membuat panah tersebut, masih di bawah umur dan akan disesuaikan dengan perlindungan anak dan perempuan. Pihaknya akan melakukan pendalaman apakah mereka akan didiversi atau tidak. Karena untuk melakukan diversi ada ketentuannya. Tentunya hal ini akan dilakukan mekanisme gelar perkara terlebih dahulu. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here