Satu-satunya di Indonesia Timur, Sekolah Pilot Lombok akan Punya 10 Pesawat Latih Liberty XL2

Capt. Abbas saat menggunakan pesawat latih Liberty XL2 milik LIFT dalam sebuah penerbangan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB)– Nusa Tenggara Barat patut berbangga, memiliki satu-satunya sekolah pilot di Indonesia timur. Sekolah pilot yang sahamnya dimiliki penuh oleh putra daerah ini makin primadona. Diisi oleh calon-calon penerbang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Berkiprah sebagai Sekolah Pilot sejak 2011, dengan nama Lombok Institute of Flight Technology (LIFT) telah mengantongi  nomor izin Pilot School Certificate 141D-012 oleh Direktorat Jendral Perhubungan Udara.

Iklan
Penyematan First Solo Flight dari bar 1 ke bar 2 kepada siswa LIFT.(Suara NTB/ist)

Sekolah pilot LIFT ada di Jl. Dukuh Saleh No.16 Pejeruk Sejahtera, Ampenan, Kota Mataram. Memiliki fasilitas belajar yang cukup lengkap. Hingga kini, LIFT telah berhasil mencetak lulusan lulusan pilot yang siap bersaing di industri penerbangan nasional dan internasional. Sudah meluluskan sebanyak 150 pilot yang sudah bekerja di  maskapai penerbangan dalam dan luar negeri.

Saat ini LIFT mengoperasikan empat pesawat latih jenis Aerospace Liberty XL2 Vanguard. Jenis pesawat ini termasuk pesawat latih tercanggih di dunia sekarang dan satu- satunya sekolah pilot di tanah air yang menggunakan jenis pesawat ini untuk latihan terbang bagi siswa siswinya.

‘’LIFT akan menambah 6 pesawat latih baru demi mendukung program-program pelatihan yang lebih efektif. Kita sudah pesan satu tambahan, tapi karena Covid, pemesanan terganggu. Kemungkinan tahun depan dikirimkan. Selanjutnya tambah 5 lagi. Jadi 2021 kita upayakan sudah 10 pesawat latih tersedia disini,’’ kata Owner LIFT, H. Lalu Didiek Yuliadi.

Para siswanya untuk latihan terbang menggunakan tiga bandara, yaitu Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) di Lombok, Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa,  dan Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. ‘’Dan lagi  menunggu izin untuk penambahan tempat pelatihan terbang  baru di Bandara Internasional Komodo di  Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.’’

Selain itu dengan didukung fasilitas training lengkap yang terdiri dari simulator, ruang kelas yang nyaman,   tempat tinggal yang nyaman, tempat olah raga serta instruktur pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Menjadikan prioritas agar siswa siswi yang menjalani pendidikan di LIFT bisa fokus belajar untuk menjadi pilot profesional, jam terbang yang masih sangat longgar, siang dan malam. Lama sekolah penerbangan 18 bulan atau 160 jam terbang.

Capt Abbas Yahya Ali, Kepala Sekolah LIFT, seorang pilot senior mengundang putra putri daerah ini untuk belajar menjadi pilot profesional. Industri penerbangan nasional dan internasional sangat membutuhkan tidak sedikit penerbang untuk mendukung lalu lintas udara, baik nasional maupun internasional.

Daerah ini memiliki program menyekolahkan putra putri daerah keluar negeri selama empat tahun. . Keberadaan LIFT ini sejalan dengan visi misi kepala daerah dalam peningkatan SDM. Sekolah penerbangan di Lombok ini membutuhkan waktu pendidikan hanya 18 bulan, sudah dipastikan para lulusannya memiliki kompetensi penerbang yang dapat diadu bersaing ditingkat nasional maupun internasional.

‘’Karena kita memiliki pesawat latih paling canggih saat ini. Selain berlatih dari bandara internasional,’’ ujarnya.

LIFT terus mengembangkan sistem pembelajaran dalam setiap program yang ada saat ini, demi terciptanya pilot yang berkualitas sebagai SDM unggul untuk bisa bersaing. Saat ini LIFT sedang mendidik 18 siswa, didominasi calon penerbang dari dari Provinsi Papua ,Papua Barat, Australia dan Arab Saudi. Sebelumnya ada juga dari Korea dan Amerika Serikat.

‘’Kenapa justru adik-adik dari Papua yang banyak datang belajar ke sini. Karena pemerintah daerahnya fokus menyiapkan SDM penerbang yang berkualitas. Mereka dibantu pemerintah daerahnya,’’ ujar Capt. Abbas.

Karena itu, ia berharap, putra- putri NTB tak ketinggalan. Sebagai tuan rumah. Capt. Abbas mengatakan, bila pemerintah daerah mendukung, misalnya putra-putri NTB yang memenuhi syarat diberikan subsidi sekolah calon pilot. Tentu daerah ini akan menjadi sumber calon-calon penerbang profesional untuk mengharumkan nama daerah.(bul/*)