Satu Perusahaan Pengadaan Barang dan Jasa Masuk Daftar Hitam

Pipin Shakti Bitongo.(Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Satu perusahaan pengadaan barang dan jasa dimasukkan daftar hitam (blacklist) dalam tahun 2020 ini. Perusahaan tersebut merupakan pelaksana proyek Puskesmas Ropang yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2019 lalu.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M. Eng membenarkan adanya satu perusahaan yang diblacklist. Yakni PT. Jumindo Indah Perkasa yang beralamat di Jakarta Timur. Blacklist ini sesuai dengan peraturan LKPP Nomor 17 Tahun 2018 pasal 3 huruf g, yaitu penyedia yang tidak melaksanakan kontrak, tidak menyelesaikan pekerjaan atau dilakukan pemutusan kontrak sepihak oleh PPK yang disebabkan oleh kesalahan penyedia barang dan jasa. “Penyebab diberikan sanksi masuk daftar hitam, karena tidak menyelesaikan pekerjaan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 30 September 2020.

Iklan

Diungkapkannya, penetapan blacklist berdasarkan SK Pengguna Anggaran (PA) yakni Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa. Sanksi ini berlaku sejak 3 Juli 2020 sampai dengan 3 Juli 2021 mendatang. Dengan demikian, selama waktu yang ditetapkan, perusahaan tersebut tidak dapat mengikuti tender. “Dengan diblacklist, maka selama satu tahun semenjak SK penetapan oleh PA, tidak bisa ikut tender di seluruh Indonesia. Jika ingin masuk tender ditolak oleh sistem. Setelah satu tahun baru bisa, sesuai dengan syarat dan ketentuan berlaku,” pungkasnya.(ind)