Satu Pasien DBD Meninggal Dunia

Ilustrasi Pasien (Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Seorang pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) dari Cakranegara, meninggal dunia. Kendati demikian, sikap tak transparan ditunjukkan oleh Dinas Kesehatan Kota Mataram, dengan berusaha menutup-nutupi kasus meninggal tersebut.

Korban meninggal adalah TRA, warga Lingkungan Karang Batu Aye, Cakranegara. Almarhum yang juga memiliki mengidap penyakit penyerta sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB. Namun, nyawanya tidak dapat tertolong akibat ganasnya gigitan nyamuk aedes aegypti.

Iklan

Dikonfirmasi kebenaran adanya pasien DBD meninggal dunia, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengaku, tidak mengetahui informasi tersebut. Bahkan, ia menanyakan kembali ke wartawan data pasien dikabarkan meninggal dunia. “Datanya mana, harus jelas,” timpalnya.

Suara NTB menunjukkan informasi dari salah satu petugas medis di Puskesmas Cakranegara bahwa satu pasien DBD asal Cakranegara meninggal dunia. Justru, Usman menunjukan sikap reaktif, dengan nada tinggi kembali mencari tahu penyebaran informasi tersebut. Malah, wartawan yang mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut dinilai mencari – cari dan menyebarkan fitnah.

“Kamu ini mencari – cari dan fitnah. Yang boleh memberikan informasi itu pejabat eselon II dan Walikota. Kepala Bidang boleh kalau ada izin dari kepala dinas. Mereka itu tidak berhak kasih informasi apa-apa,” jawabnya dengan nada tinggi.

Wartawan menunjukkan data pasien meninggal dunia tersebut ditangani oleh surveilans DBD Dinas Kesehatan atas nama Made. Namun, Usman mengelak dan akan mencari tahu.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Aeni Hulaela justru membenarkan adanya satu pasien positif DBD meninggal dunia. Korban yakni TRA, warga Lingkungan Karang Bata Aye, Cakranegara. Meninggalnya pasien juga disertai riwayat penyakit lain diderita. “Tapi ada penyakit penyerta sehingga memperberat kondisi pasien,” kata Lala, sapaan akrabnya.

Diakui, korban sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD NTB tanggal 3 April lalu. Tak berselang lama, TRA meninggal dunia. Lala menyebutkan, total penderita DBD di Kota Mataram mencapai 600 kasus lebih. Di antaranya, 400 positif DBD dan sisanya suspect. Kerentanan penularan akibat gigitan nyamuk aedes aegypti dipicu oleh daya tahan tubuh serta pola hidup masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, ia menyarankan masyarakat menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di kediaman masing – masing. Sehingga, memutus penyebaran nyamuk deman berdarah tersebut. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional