Satu Orang Dihadiahi Timah Panas, Tim Ular Kepuh Bekuk Dua Terduga Pencuri Ternak di Sekotong

Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumertha bersama Kasubag Humas Polres Lobar menggelar jumpa pers penangkapan dua terdug pencuri ternak.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dua orang terduga pencuri ternak di wilayah Dusun Tangin Angin Desa Buwun Mas Sekotong dibekuk jajaran Polsek Sekotong. Salah satu dari terduga pelaku pencuri ternak terpaksa dihadiahi timah panas oleh Tim Ular Kepuh (Tim Polsek Sekotong), karena saat ditangkap pelaku berupaya melawan petugas. Terduga pelaku mengaku nekat mencuri ternak karena terlilit hutang. Ia harus mencicil hutang di rekan-rekannya.

Demikian ditegaskan Kapolres Lobar melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Kadek Sumertha dalam keterangan persnya Jumat, 12 Februari 2020 di Balai Wartawan Polres Lobar. Kapolsek yang baru menjabat dua minggu ini menjelaskan bahwa penangkapan terhadap dua orang pelaku pencurian ternak masing-masing inisial JM asal Desa Buwun Mas dan LM asal Desa Mareje berdasarkan laporan dari korban atas nama Amaq Niam.
Dalam laporannya, korban mengaku kehilangan dua ekor ternak yang dia taruh di kandang dekat rumahnya pada 8 Februari lalu. “Setelah mendapat laporan kami bersama Tim Ular Kepuh melakukan penyelidikan. Dan selang 3 hari kami berhasil mengamankan kendaraan jenis truk yang ternyata digunakan mengangkut sapi curian,” ungkapnya.

Iklan

Berawal dari itu, lanjut Kapolsek Sekotong yang saat itu didampingi Kasubag Humas Polres Lobar Iptu I Ketut Sandiarsa menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengungkap otak dari pencurian hewan ternak tersebut yakni tersangka JM dan LM. “Dua tersangka berhasil kami tangkap, ada yang dirumahnya dan ada yang dijalan,” imbuhnya lagi. Dari tangan kedua pelaku, jajaran Polsek Sekotong berhasil mengamankan barang bukti berupa dua ekor sapi curian, satu unit truk, uang tunai Rp 1.400.000, dua buah senjata tajam dan senter kepala. “Saat penangkapan tersangka LM sempat melawan dan dengan terpaksa kami hadiahi timah panas pada bagian kaki kiri,” jelasnya.

Adapun modus operandi yang dilakukan ke dua tersangka yakni dengan mendatangi kandang ternak korban. Satu orang tersangka masuk dan satu lagi menunggu diluar sambil melihat situasi. “Dan untuk tersangka LM tengah kami selidiki juga atas kasus yang sama karena kuat dugaan melakukan aksi di dua TKP berbeda, dan disinyalir sebagai sindikat,” lanjut Kapolsek yang baru satu Minggu bertugas di Polsek Sekotong tersebut.

Dikonfirmasi soal ternak curian yang dinaikkan ke truk, Kadek Sumertha mengungkapkan bahwa rencananya sapi curian itu hendak dibawa dan dijual ke wilayah Lombok Tengah. Atas perbuatannya kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. “Dalam kesempatan ini kami juga menghimbau kepada masyarakat, apabila ada warga yang kehilangan ternak atau yang lain kami harap segera melapor. Karena kalau tidak melapor kami tidak akan mengetahuinya,” imbaunya kemudian.

Sementara itu, LM, salah seorang pelaku yang dihadiahi timah panas mengakui perbuatannya. Menurut dia, aksi pencurian itu dilakukan semata-mata untuk membayar hutang. “Hasil curian ini saya pakai untuk bayar hutang.,” singkatnya. (her)