Satu Nelayan Lobster akan Didanai Rp80 Juta

Keramba percontohan GPLI di Perairan Sekotong untuk budidaya lobster. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bank NTB Syariah tengah mempersiapkan untuk mengeksekusi perjanjian kerjasama dengan Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) untuk mengembangkan budidaya lobster di Lombok. Seperti diketahui, GPLI akan melakukan budidaya lobster dengan pola kemitraan dengan masyarakat. Lombok sudah ditetapkan menjadi sentra budidaya lobster nasional oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Rencanya, GPLI akan membudidayakan lobster bersama masyarakat sekitar di perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Budidayanya dengan teknologi keramba kandang. Jumlahnya ditargetkan sampai 15.000 lubang keramba. Bank NTB Syariah dalam perjanjikan kerjasama, akan menjadi bank penyedia kredit bagi nelayan lobster yang menjadi mitra GPLI. Satu nelayan, bank akan menyalurkan kreditnya sampai Rp80 juta.

Iklan

“Kita tunggu GPLI. Kita sudah siap,” kata Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Raharjo didampingi Muhamad Usman, Direktur Pembiayaan. Semangat Bank NTB Syariah mendukung budidaya lobster di Lombok ini, adalah semangat Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang membuka karpet merah kepada GPLI untuk berinvestasi dan alih knowledge kepada nelayan lokal membudidayakan lobster. Teknologi yang digunakan mengadopsi teknologi budidaya lobster yang dikembangkan di Vietnam.

Kukuh melihat ada bisnis besar dan geliat ekonomi kerakyatan yang akan muncul sebagai efek dari program besar nasional dan daerah ini. Dari sisi bank, Kukuh menghitung, GPLI akan menyediakan keramba, menyediakan bibit lobster, hingga menyediakan pakan. Bahkan sebagai off taker (pembeli) hasil produksi budidaya nelayan.

GPLI akan memberikan kesempatan satu orang nelayan menyewa sampai enam lubang keramba. Jika satu keramba  berisi 250 ekor bibit lobster, maka enam keramba akan berisi 1.500 ekor. Jika diasumsikan, tingkat kematian 20 persen, maka ada 1.200 ekor lobster yang akan dipanen. Jika satu lobster beratnya rata-rata 250 gram (ukuran lobster konsumsi) ada 300.000 gram atau 300 Kg yang dipanen nelayan.

Jika 1 Kg harganya Rp375.000 (pasir mutiara),  maka selema enam bulan budidaya, nelayan akan mendapatkan Rp112.500.000. jika dihitung, bank memberikan kredit sebesar Rp80 juta untuk pembelian benih, pakan, sewa keramba, pendapatan nelayan ini masih tersisa Rp32.500.000. dikurangi lagi dengan marjin kredit, masih untung besar nelayan. Karena itulah, Bank NTB Syariah siap membiayai 1.000 nelayan secara bertahap, bahkan 2.000 nelayan yang sudah layak berdasarkan seleksi GPLI. Jika 1.000 nelayan yang didanai, bank akan menggelontorkan Rp80 miliar.

“Masih bisa. Kita sih ndak khawatir (menyalurkan kredit), apalagi sudah ada pembelinya (off taker), ada perusahaan penjamin kreditnya. Tidak masalah. Kan sama seperti membiayai petani jagung,” demikian Kukuh. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional