Satu Merah, Belasan OPD Dapat Rapor Kuning di Evaluasi APBD 2018

Mataram (Suara NTB) – Hingga 31 Mei 2018, serapan anggaran belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB masih rendah atau rapor kuning. Sementara, satu OPD yakni Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) NTB masuk rapor merah karena serapan keuangannya masih 9,12 persen.

Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Setda NTB, Drs. H. Imhal dalam rapat pimpinan (Rapim) yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa, 5 Juni 2018 siang memaparkan progres penyerapan APBD 2018 hingga 31 Mei.

Iklan

APBD NTB 2018 berjumlah Rp 5,314 triliun. Sampai dengan 31 Mei, serapan keuangan ditargetkan 38,89 persen. Namun baru terealisasi sebesar  32,53 persen. Sementara target fisik sebesar  42,38 persen, terealisasi 34,65 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017 pada periode yang sama, kata Imhal, serapan keuangan mencapai 40,89 persen dan fisik 26,47 persen. ‘’Jadi, lebih tinggi realisasi kita tahun 2018,” katanya.

Meskipun serapan anggaran sampai Mei lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kata Imhal, namun belasan OPD harus menjadi perhatian. Pasalnya realisasi keuangannya masih kuning.

“Yang masih kuning, mohon kepala OPD menyampaikan rencana-rencana untuk percepatan target keuangan maupun program prioritas kita,” katanya.

Imhal menyebutkan, OPD yang serapan keuangannya masih kuning. Seperti  Biro Perekonomian sebesar  19,60 persen. Biro Humas 24,27, Biro Kesra 10,22 persen, Sekretariat DPRD 39,37 persen, Dispora 13,5 persen. S

Selain itu,  Dinas PUPR 4592 persen, Dinas Pertanian  dan Perkebunan 14,46 persen. Disnakeswan 7,49 persen. Dinas ESDM 37,75 persen, Dinas DPMPD Dukcapi 26,54 persen, RSJ 17,28 persen, RS H. L. Manambai 31 persen.

‘’Yang merah BPBD 9,12 persen. Tapi fisiknya sudah tinggi 36 persen,” ucapnya.

Berdasarkan data e-monev Biro APP dan LPBJP Setda NTB, realisasi keuangan maupun fisik masih berada di bawah target. Pemprov menargetkan realisasi keuangan sampai 31 Mei sebesar 38,89 persen dan fisik 42,38 persen. Namun hanya mampu terealisasi sebesar 32,53 persen dan 43,13 persen. untuk realisasi keuangan, masih ada deviasi sebesar 6,36 persen.

Jika dilihat dari realisasi belanja tidak langsung dan belanja langsung. Realisasi belanja langsung baik keuangan dan fisik baru mencapai 22,64 persen. Padahal, direncanakan untuk realisasi keuangan sebesar 38,89 persen dan fisik 42,38 persen.

Sementara belanja tidak langsung, realisasinya sudah mencapai 40,44 persen, baik keuangan dan fisik. Target realisasi keuangan belanja langsung sampai 31 Mei sebesar 38,89 persen dan fisik sebesar 42,38 persen. (nas)