Satu Hari, Polisi Gerebek Dua Lokasi Terduga Pengedar Narkoba

Mataram (suarantb.com) – Pemberantasan peredaran narkotika oleh Aparat Kepolisian tidak ada habisnya. Dalam satu hari, dua lokasi pelaku yang diduga pengedar narkoba digerebek oleh Kepolisian. Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB berhasil meringkus 5 pelaku diduga pengedar narkoba dengan lokasi yang terpisah, Sabtu, 5 Agustus 2016.

Kasubdit III Dit Resnarkoba Polda NTB, AKBP AA Gede Agung SH dalam konferensi pers penangkapan terduga pengedar narkoba di Ruang Humas Polda NTB mengatakan bahwa untuk lokasi penggerebekan pertama dilakukan di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Iklan

“Kami melakukan penangkapan maupun penggeledahan terhadap pelaku berinisial S (36). Terhadap pelaku ditemukan barang bukti yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu,” ujar Agung saat ekspos pelaku, Selasa, 9 Agustus 2016.

Adapun barang bukti yang diamankan, empat bungkus Kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu seberat 4,18 gram, empat buah potongan pipet plastik, satu buah botol, dan uang tunai berjumlah Rp 1.160.000. Terhadap pelaku diancam pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara di lokasi yang berbeda, yakni Kelurahan Monjok, Kecamatan Selaparang, Mataram, Tim Opsnal Subdit III berhasil mengamankan 5 pelaku, yakni  IH (25) diduga pengedar dan seorang wanita berinisial IY (29) yang diduga sebagai penerima pembayaran dan tiga lainnya berada di lokasi namun belum memberikan keterangan yang sebenarnya.

“Tiga lainnya masih menutup diri, apakah dia ikut membantu peredaran (narkoba) atau dia hanya bertamu sebagi teman. Tapi indikasi kita, ketiganya patut diduga turut serta peredaran narkoba,” jelasnya.

Agung menjelaskan bahwa barang bukti yang diamankan yakni 16 poket diduga sabu yang beratnya sebesar 1,77 gram, enam buah klip plastik, satu buah potongan sedotan, dua buah korek api gas, satu buah silet, dua buah gunting, tiga buah ponsel, uang tunai berjumlah Rp 9.650.000, dan satu buah sepeda motor jenis Honda Vario.

Sementara itu pengakuan tersangka hanya melakukan transaksi sebanyak tiga kali, namun dari pengembangan hasil pemeriksaan terdapat beberapa kunci kos milik tersangka yang akan dilakukan pemeriksaan pengembangan guna mencari bukti lainnya.

“Ada beberapa kos yang dia (tersangka) sewa atau tempati, karena di dalam kamar (tersangka) ada beberapa kunci kos. Kita akan melakukan pengembangan di tempat-tempat kos yang dia sewa,” ungkapnya.

Terhadap pelaku diancam pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sebagaimana pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) diancam dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, atau paling singkat lima tahun, dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Sementara dalam pasal 112 ayat (1) dan ayat (2) diancam dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun, dan denda paling sedikit Rp 800.000.000 dan paling banyak Rp 8 miliar. (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here