Satu Formasi CPNS di Mataram Tak Terisi

Ahmad Mujahiddin (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Satu formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Mataram, dipastikan tak terisi. Pelamar yang mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) tak memenuhi nilai ambang batas (passing grade).

Formasi tersebut yakni anestesi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kota Mataram. Formasi yang dibutuhkan dua orang untuk mengisi jabatan itu. Proses pendaftaran hanya satu orang yang melamar. Sementara, satu pelamar itu tidak lolos passing grade.

Iklan

“Yang dicari dua orang. Tapi yang ngelamar satu. Nah, yang satu ini pun ndak lolos passing grade,” kata Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin dikonfirmasi, Selasa, 11 Februari 2020.

Formasi anestesi dengan kualifikasi pendidikan strata satu berdasarkan kebutuhan diajukan oleh rumah sakit. Pihaknya mengklarifikasi dengan menghitung kunjungan pasien setiap hariannya, pasien yang menjalani operasi dan beban kerja. Setelah dinilai layak baru diusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. KemenpanRB pun akan menyesuaikan dengan peraturan kementerian kesehatan. Jika dianggap layak akan diajukan dalam formasi kebutuhan pegawai. “Menpan juga akan mengecek,” jelasnya.

Muja bersyukur sampai hari kedelapan pelaksanaan tes SKD formasi khusus dokter spesialis terpenuhi. Rata – rata pelamar dokter spesialis memenuhi nilai ambang batas. Meskipun satu formasi dilamar oleh satu orang. Dibandingkan seleksi tahun lalu, formasi dokter spesialis minim peminat. Pun, ada pelamar tidak memenuhi standar nilai. “Syukurnya saya dokter spesialis ini terpenuhi,”ucapnya.

Disampaikan, hari kedelapan sebanyak 3.637 pelamar tes SKD. Yang lolos nilai ambang batas 1.837 orang dan tidak memenuhi nilai ambang batas 1.800 pelamar. Pelamar yang absen atau tidak ikut ujian 263 orang.

Admin pelaksanaan tes CPNS, Hidayatulloh menambahkan, rata – rata pelamar yang tidak lolos passing grade jatuh tes intelegensi umum (TIU) sebanyak 1.131 orang, tes wawasan kebangsaan 832 orang dan tes kepribadian 712 orang.

Beberapa pelamar pun ada yang mendapat nilai 5 di TIU. TKP dengan nilai paling rendah diperoleh 10. “Paling rendah ada juga dapat nilai 5 di TIU,” sebutnya.

Kembali ditegaskan Dayat sapaan akrabnya, meskipun jumlah yang lolos passing grade hampir 50 persen dari total peserta yang ikut SKD, namun tidak semuanya akan ikut seleksi kompetensi bidang (SKB). Badan Kepegawaian Nasional (BKN) akan melakukan perangkingan. Dan, tiga orang pelamar dengan nilai tertinggi berhak ikut SKB. (cem)