Satu Diloloskan, Pembelian Tiga Randis Pimpinan Dewan Dibatalkan

Mobil pimpinan DPRD Provinsi NTB jenis Toyota Camry, tengah parkir di kantor DPRD NTB. Satu diantara akan diganti di tahun 2020 ini. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Pengadaan kendaraan dinas (Randis) dari empat pimpinan DPRD Provinsi NTB, tiga diantaranya dibatalkan. Hanya satu yang bisa diloloskan pada anggaran tahun 2020 ini. Pembatalan pengadaan Randis tiga pimpinan tersebut disebabkan karena keuangan daerah yang mengalami defisit selama masa Pandemi Covid-19 ini.

Sekretaris DPRD Provinsi NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan hal tersebut. “Ya, tiga mobil pimpinan itu ndak jadi dibeli pada pengadaan tahun 2020 ini. Karena semua anggaran direfocusing, sehingga hanya satu yang mungkin bisa dibeli tahun ini,” ujar Mahdi.

Iklan

Pengadaan satu kendaraan dinas itu dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2020 ini, dengan nilai Rp 600 juta lebih. Awalnya untuk pengadaan randis empat pimpinan DPRD tersebut sudah dianggarkan Rp2,6 miliar pada APBD murni kemarin. “Ya sekitar Rp600 jutaanlah harganya, tapi kita tunggu hasil rapat kesepakatan Banggar bersama TAPD apa yang menjadi evaluasi Mendagri. Nanti akan dikembalikan lagi ke Mendagri untuk diregister baru bisa dieksekusi,” jelas Mahdi.

Lebih lanjut dijelaskan Mahdi, pembelian satu kendaraan dinas pimpinan tersebut terpaksa dilakukan di tengah difisitnya APBD Perubahan 2020. Karena memang dinilai sangat mendesak. Sebab, satu kendaraan dinas pimpinan yakni yang operasionalkan oleh Wakil Ketua DPRD, Mori Hanafi, kondisinya cukup parah.

“Karena kendaraan yang dipakai Mori Hanafi itu sering kali macet saat dipakai turun ke lapangan. Memang dari sisi usianya juga itu masuk kendaraan lama, tahun 2005, dan mobil itu sudah diusulkan untuk pelelangan secara terbuka,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, Mori Hanafi terkait dengan pengadaan mobil tersebut, tidak banyak berbicara. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada kesepakatan pimpinan terkait dengan penggunaan kendaraan dinas yang akan diadakan tahun anggaran perubahan 2020 ini. “Yang jelas mobil yang saya pakai sekarang ini, sudah dua kali meledak, ntah kenapa. Tapi saya tidak komen lebih jauh dulu, nanti mengenai peruntukannya, tergantung dari rapat pimpinan, walaupun mobil saya itu cukup parah kondisinya,” pungkasnya. (ndi)