Satu Buyer di Amerika Minta Vanili Organik Lombok hingga 10 Ton

Vanili basah. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Produksi vanili organik dari Lombok, NTB terbilang masih rendah. Jika dibandingkan dengan permintaan. Bahkan untuk memenuhi pesanan satu buyer di Amerika Serikat, belum sebanding dengan produksi yang ada saat ini. Satu buyer di Amerika Serikat permintaannya sampai 10 ton vanili organik Lombok. sementara produksi yang bisa dipenuhi tak sampai 5 ton.

“Ini baru satu buyer, belum buyer yang lain-lain,” kata H. Muhir, satu-satunya eksportir vanili dari Lombok. Hal ini juga menjadi perhatian Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman. Keduanya dijumpai di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kamis, 9 September 2021. H. Muhir menyampaikan, tahun ini produksi vanili organik juga tak maksimal, gagal panen karena perubahan iklim.

Iklan

Target sebenarnya, produksi dari kelompok tani binaannya paling tidak bisa memenuhi produksi 5 ton bisa diekspor. Namun karena penyerbukan yang gagal karena perubahan iklim, produksinya tak sampai 4 ton. “Akibatnya, permintaan satu buyer tidak bisa dipenuhi, buyer – buyer yang lain terpaksa menunggu,” ujarnya.

Kerena itu sangat dibutuhkan adalah dukungan dari semua pihak. Baik pelaku usaha, pendampingan dari PPL pemerintah untuk bersama-sama melakukan pembinaan kepada para petani untuk perluasan produksi. Targetnya, bagaimana semua petani organik khususnya di Lombok, semuanya berstandar organik. Dan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H. Fathurrahman mengatakan,  dengan permintaan yang demikian besar dari satu jenis komoditi. Karena itu, perlu menurutnya diseriusi budidayanya. Karena pasarnya tersedia dan permintaannya tinggi.

“Ketika pasarnya terbuka, sudah ada. Dari pada kita mengupayakan hal-hal yang belum tentu ada pasarnya,” katanya. Perlu transfer knowledge kepada petani-petani lainnnya untuk membudidayakan dan menghasilkan vanili organik berstandar. SDMnya sudah tersedia tanpa harus mendatangkan dari luar. Artinya, tinggal SDM yang sudah ada ini dijadikan mitra dan dilibatkan untuk memperluas budidaya tanaman perkebunan ini.

Juga yang membahagiakan sekarang ini, ekspor vanili yang dulunya melalui Bali, dan atas nama Bali, kini sudah dikirim keluar negeri langsung atas nama vanili Lombok. sudah menggunakan Surat Keterangan Asal (SKA) dari NTB. Vanili (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman ini biasanya tumbuh subur di daerah lembab, misalnya disekitar pegunungan. Di Lombok sendiri, vanili dikembangkan oleh petani di wilayah Lombok Utara, maupun di Lombok Timur utara. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional