Satu ASN Terkonfirmasi Covid-19, Pemkab Loteng Berencana Tutup Pelayanan di Kantor Bupati

Petugas tengah melakukan steriliasi area gendung kantor Bupati Loteng Lantai IV setelah kasus Covid-19 yang menimpa salah seorang ASN di lingkup Setda Loteng, Selasa (20/10).  (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana menutup sementara waktu pelayanan di kantor Bupati Loteng. Penutupan sementara ini untuk memberikan waktu bagi Satgas Covid-19 Loteng melakukan sterilisasi area kantor Bupati Loteng setelah salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), staf di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah  (Setda) Loteng positif Covid-19.

ASN berinisial A (57) dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUP NTB, Selasa, 20 Oktober 2020 dengan gejala Covid-19. “Soal itu (penutupan sementara pelayanan di kantor Bupati Loteng) masih menunggu petunjuk kepala daerah. Kalau memang dipandang perlu untuk ditutup sementara, maka akan ditutup,”  ungkap Penjabat Sekda Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd., kepada Suara NTB, Selasa siang.

Iklan

Saat ini, pascatemuan kasus seorang ASN di Setda Loteng yang meninggal dunia dan terkonfirmasi Covid-19, pihaknya langsung bertindak dengan melakukan sterilisasi diarea kantor Bupati Loteng, sementara khusus di lantai IV kantor Bupati. Selain itu, Satgas Covid-19 juga melakukan contact tracing untuk mengetahui potensi penyebaran Covid-19, dengan cara rapid test.

“Ada sekitar 130 ASN yang kita akan rapid test. Yakni seluruh pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pegawai di BPBJ Setda Loteng. Termasuk pegawai di organisasi perangkat daerah (OPD) lainya yang kemungkinan memiliki riwayat kontak dengan pasien Covid-19,’’ terangnya.

Idham pun mengaku sampai saat ini pihaknya belum mengetahui hasil dari contact tracing, karena masih berjalan. “Hasil rapid test masih kita tunggu. Bagaimana penangananya, tentu sesuai dengan standar protokol Covid-19,” ujarnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Murdi, AP.M.Si., mengungkapkan pasein A yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut pada tanggal 15 Oktober kemarin, mengeluhkan sakit berupa pneumonia atau sesak napas. Pasien tersebut lantas menjalani rapid test dan dinyatakan non reaktif.

Dua hari berselang atau tanggal 17 Oktober, kondisi pneumonia pasien tersebut semakin parah, sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Mataram. Setelah dilakukan pengambilan sampel swab, pasien bersangkutan terkonfirmasi terpapar Covid-19, sehingga oleh pihak rumah sakit, pasien kemudian dirujuk ke RSU Provinsi NTB.

“Di RSU provinsi pasien menjalani perawatan. Namun pada pagi tadi (Selasa kemarin,red) pasien dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya. Sesuai standar penanganan Covid-19, pihaknya sudah melakukan contact tracing serta sterilisasi area kantor Bupati Loteng. Meski masih skala terbatas khusus di lantai IV saja.

Tapi tidak menutup kemungkinan seluruh gedung kantor Bupati Loteng akan dilakukan strelisasi. Imbasnya, bisa saja pelayanan di kantor Bupati Loteng dihentikan sementara waktu. Sampai menunggu proses sterilisasi oleh Satgas Covid-19 selesai dilakukan. (kir)