Satu Anggota Polres Sumbawa Terancam Dipecat

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Oknum anggota Polres Sumbawa berinisial IB terancam Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), lantaran kedapatan melakukan hubungan suami istri dengan istri seorang anggota polisi pada Desember 2015 lalu. Rekomendasi PTDH ini berdasarkan persidangan kode etik yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Sumbawa, Senin, 19 September 2016.

Wakapolres Sumbawa, Kompol Yuyan Priatmaja, S.IK yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan adanya rekomendasi PTDH tersebut terhadap IB. Oknum berpangkat Bripka ini sebelumnya sudah melakukan perzinahan. Prilaku yang dilakukannya merupakan perbuatan tercela dan sudah tidak layak menjadi anggota polisi. Untuk itu dalam persidangan kode etik yang dilaksanakan, pihaknya merekomendasikan PTDH bagi yang bersangkutan. “Pidananya kebetulan untuk perzinahan itu kan delik aduan, sehingga sudah dicabut dan itu sudah selesai. Tapi yang bersangkutan statusnya sudah menjadi tersangka,” ujarnya.

Iklan

Dijelaskan Waka, kejadian tersebut terjadi pada Desember 2015 lalu. IB kedapatan tengah melakukan hubungan suami istri dengan istri rekan seprofesinya. Parahnya yang mendapati tersebut suami dari lawan mainnya tersebut. IB kemudian diamankan untuk diproses lanjut. Atas dasar itu, IB diproses, termasuk dihadapkan dengan sidang kode etik. “Dari putusan sidang kode etik tadi, yang bersangkutan tidak menerima, dan akan melakukan banding ke Polda. Haknya dia untuk melakukan banding. Karena nanti pertimbangannya ada di Polda. Karena pertimbangan kami di sini pertimbangan organisasi. Kami menilai dia sudah tidak layak menjadi anggota polisi, yang memberikan contoh kepada masyarakat,” tukas Yuyan.

Ditegaskannya, polisi mempunyai kode etik dan disiplin. Untuk itu dihimbau kepada anggota yang lain supaya tetap melaksanakan peraturan disiplin dan kode etik Polri. Sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi di kemudian hari. Yang justru dapat merugikan diri sendiri ataupun keluarga. Kepada masyarakat dihimbau untuk segera melapor apabila adaoknum anggota Polri yang bersalah. “Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran bagi anggota yang lain, untuk tidak mengulangi hal serupa,” tukasnya. (ind)